Ilmu yang
kalian dapatkan disini baru merupakan kunci. Lazimnya sebuah kunci, ia tidak
akan berharga dan memiliki guna bila tidak digunakan untuk membuka pintu atau
jendela. Jika kalian sudah merasa puas dengan memiliki kunci maka, ilmu kalian
sama sekali tidak akan berkembang. Petuah dari Prof. Dr. Muhamad Abdusyafi,
rektor Universitas Al-Azhar dalam wisuda
29/9/2014 kemaren mengajak kita agar tidak berpuas diri dengan apa yang telah diraih.
Bahkan lebih lanjut beliau mengatakan bahwa ilmu bisa berkembang mana kala
diamalkan dan ditularkan kepada sesama. Sebagai duta al-Azhar, para wisudawan
diminta bersedakah dengan ilmunya kepada masyarakat luas. Membawa ajaran islam
yang penuh dengan toleransi dan komederatan adalah tanggung jawab yang harus
dipikul oleh setiap lulusan al-Azhar, lanjutnya.
Sabtu, 04 Oktober 2014
Selasa, 30 September 2014
Pendaftaran, Prospek Beasiswa dan Kuliah di Universitas al-Azhar
Pendaftaran, Prospek Beasiswa dan Kuliah di Universitas
al-Azhar
Proses pendaftaran ke universitas al-Azhar
dimulai ketika ada pengumuman dari Dikti bahwa lembaga yang bersangkutan telah
membuka pendaftaran dan mengatur bagaimana tata pelaksanaannya. Biasanya,
pelaksanaan pendaftaran dibuka pada bulan April. Syarat dan institusi mana saja
yang diberi wewenang untuk menyelenggarakan tes penerimaan diatur oleh Dikti.
Biasanya, Dikti akan mewakilkan tes penerimaan kepada beberapa perguruan tinggi
agama islam negri di Indonesia. Untuk wilayah Sumatera kepada IAIN ar-Raniry
Aceh dan IAIN di Medan, untuk daerah jawa diwakilkan kepada UIN Jakarta, UIN
jogja dan UIN Malang dan seterusnya.
Rabu, 09 Juli 2014
Santri al-Azhar Tempo Doeloe
Membaca buku al-Azhar Jami'an wa Jami'atan karangan Dr. Abdul Aziz Muhammad al-Syinawi tentang sejarah Al-Azhar tempo dulu membawa ingatanku ketika masih nyantri di Leler. Memori tentang repek di Kaliwedi dan Ngasinan, bruwun sayuran di sawah dan kebun milik penduduk sekitar, diundang tahlilan dan manakiban, kenangan kelaparan karena satu komplek belum kiriman, ngetel, dan cerita menarik yang lain saya temukan di buku itu.
Mengenal Ruwaq
Ruwak
(الرواق) secara bahasa dapat diartikan sebagai bangunan beratap yang
berada di masjid, gereja, atau tempat peribadahan yang lain dengan
fungsi sebagai tempat belajar. Bangunan ini biasanya dibangun setelah
bangunan utama berdiri. Ruwak juga dapat diartikan sebagai ruang tamu
apabila disandarkan kepada kata rumah ( Ruwaq al-bait ).
Disamping itu ruwak juga digunakan untuk menamai sebuah pojok ruangan
yang berfungsi sebagai tempat pertemuan dan bertukar pikiran.[1]
Minggu, 11 Mei 2014
Karomah Syeikh Nadzim al-Haqqani
Karomah Syeikh Nadzim
al-Haqqani.
Cerita ini dituturkan oleh syeikh
Asyraf Sa’ad al-Azhari dalam laman facebook beliau.
Alkisah, syeikh Nadzim
al-Haqqani mengutus Abdurrahman, salah seorang muridnya yang berasal dari China
untuk mendapatkan ijazah alquran dari institusi al-Azhar guna dijadikan sarat
untuk pengurusan sekolah alquran. Pada waktu itu, pemerintah Turki mengharuskan
pengelola sekolah harus mempunyai ijazah resmi dari al-Azhar.
Abdurrahman ini dulunya pernah
di penjara oleh pemerintah China dengan tuduhan menghapalkan alquran. Pada
waktu dia di penjara, pada suatu malam, ia didatangi oleh seseorang dalam mimpi.
Di dalam mimpinya, orang tersebut memerintahkan Abdurrahman untuk keluar dari
penjara. Dia tidak tau siapa orang yang datang dalam mimpinya. Ia juga tidak
tau apa gerangan takwil dari mimpi tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)