Sabtu, 04 Oktober 2014

Petuah Wisuda


Ilmu yang kalian dapatkan disini baru merupakan kunci. Lazimnya sebuah kunci, ia tidak akan berharga dan memiliki guna bila tidak digunakan untuk membuka pintu atau jendela. Jika kalian sudah merasa puas dengan memiliki kunci maka, ilmu kalian sama sekali tidak akan berkembang. Petuah dari Prof. Dr. Muhamad Abdusyafi, rektor Universitas  Al-Azhar dalam wisuda 29/9/2014 kemaren mengajak kita agar tidak  berpuas diri dengan apa yang telah diraih. Bahkan lebih lanjut beliau mengatakan bahwa ilmu bisa berkembang mana kala diamalkan dan ditularkan kepada sesama. Sebagai duta al-Azhar, para wisudawan diminta bersedakah dengan ilmunya kepada masyarakat luas. Membawa ajaran islam yang penuh dengan toleransi dan komederatan adalah tanggung jawab yang harus dipikul oleh setiap lulusan al-Azhar, lanjutnya.


Selasa, 30 September 2014

Pendaftaran, Prospek Beasiswa dan Kuliah di Universitas al-Azhar



Pendaftaran, Prospek Beasiswa dan Kuliah di Universitas al-Azhar



Proses pendaftaran ke universitas al-Azhar dimulai ketika ada pengumuman dari Dikti bahwa lembaga yang bersangkutan telah membuka pendaftaran dan mengatur bagaimana tata pelaksanaannya. Biasanya, pelaksanaan pendaftaran dibuka pada bulan April. Syarat dan institusi mana saja yang diberi wewenang untuk menyelenggarakan tes penerimaan diatur oleh Dikti. Biasanya, Dikti akan mewakilkan tes penerimaan kepada beberapa perguruan tinggi agama islam negri di Indonesia. Untuk wilayah Sumatera kepada IAIN ar-Raniry Aceh dan IAIN di Medan, untuk daerah jawa diwakilkan kepada UIN Jakarta, UIN jogja dan UIN Malang dan seterusnya.


Rabu, 09 Juli 2014

Santri al-Azhar Tempo Doeloe

Membaca buku al-Azhar Jami'an wa Jami'atan karangan Dr. Abdul Aziz Muhammad al-Syinawi tentang sejarah Al-Azhar tempo dulu membawa ingatanku ketika masih nyantri di Leler. Memori tentang repek di Kaliwedi dan Ngasinan, bruwun sayuran di sawah dan kebun milik penduduk sekitar, diundang tahlilan dan manakiban, kenangan kelaparan karena satu komplek belum kiriman, ngetel, dan cerita menarik yang lain saya temukan di buku itu. 

Mengenal Ruwaq

Ruwak (الرواق) secara bahasa dapat diartikan sebagai bangunan beratap yang berada di masjid, gereja, atau tempat peribadahan yang lain dengan fungsi sebagai tempat belajar. Bangunan ini biasanya dibangun setelah bangunan utama berdiri. Ruwak juga dapat diartikan sebagai ruang tamu apabila disandarkan kepada kata rumah ( Ruwaq al-bait ). Disamping itu ruwak juga digunakan untuk menamai sebuah pojok ruangan yang berfungsi sebagai tempat pertemuan dan bertukar pikiran.[1]

Minggu, 11 Mei 2014

Karomah Syeikh Nadzim al-Haqqani



Karomah Syeikh Nadzim al-Haqqani.

Cerita ini dituturkan oleh syeikh Asyraf Sa’ad al-Azhari dalam laman facebook beliau.

Alkisah, syeikh Nadzim al-Haqqani mengutus Abdurrahman, salah seorang muridnya yang berasal dari China untuk mendapatkan ijazah alquran dari institusi al-Azhar guna dijadikan sarat untuk pengurusan sekolah alquran. Pada waktu itu, pemerintah Turki mengharuskan pengelola sekolah harus mempunyai ijazah resmi dari al-Azhar.

Abdurrahman ini dulunya pernah di penjara oleh pemerintah China dengan tuduhan menghapalkan alquran. Pada waktu dia di penjara, pada suatu malam, ia didatangi oleh seseorang dalam mimpi. Di dalam mimpinya, orang tersebut memerintahkan Abdurrahman untuk keluar dari penjara. Dia tidak tau siapa orang yang datang dalam mimpinya. Ia juga tidak tau apa gerangan takwil dari mimpi tersebut.