Tampilkan postingan dengan label Mesir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mesir. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Januari 2017

Menyiram Air Kembang di Kuburan

Menyiram air kembang atau menyiram air saja di kuburan, terlebih setelah acara pemakaman selesai oleh sebagian orang dianggap bid'ah.
Tidaklah mereka membaca hadits nabi tentang dua orang yang disiksa lantaran senang mengadu domba dan satunya lagi karena tidak berhati-hati dalam masalah hadats? Nabi meletakan pelepah kurma yang masih basah. Dan kata nabi, dua orang itu akan terlepas dari siksa selagi pelepah itu masih basah.
Para ulama memberi alasan bahwa hal itu karena pelepah kurma senantiasa bertasbih selagi masih basah. Maulana Syekh Yusri berpendapat bahwa neraka adalah api, sedang api dapat dipadamkan dengan air, pelepah kurma yang masih basah mengandung unsur air, maka ia dapat memadamkan api neraka itu.
Pemahaman yang semacam itu dipraktekan oleh sebagian kaum muslim di jawa yakni dengan menyiram makam yang masih baru (Dan lama) dengan air dan bahkan menaruh kendi berisi air di sebelah nisan agar sewaktu-waktu makam sudah kering dapat menyiramnya.
Fawaid Yusriyah

Tafsir Mimpi

Suatu hari Imam Ali bin Abu Thalib kedatangan seseorang yang ingin melaporkan perselingkuhan istrinya dengan si A. Kronologi dan tempat kejadian diceritakan dengan detail. Dia menuntut agar si pelaku perselingkuhan diberi hukuman yang setimpal. Di akhir penuturannya, dia berkata "Kejadian ini saya lihat dalam mimpi." Walaupun kejadiaannya dalam mimpi dia tetap menuntut agar si A diberi hukuman.

Minggu, 09 Oktober 2016

Hadits Kadal

Anak perempuan bertubuh bongsor yang umurnya kutaksir belum genap sembilan tahun itu dengan sigap membelah padatnya penumpang. Tangannya yang seukuran pisang gebrot dengan gesit menyelipkan satu lembar kertas berukuran sepertiga hvs kepada setiap penumpang. Aku yang memilih duduk di jok pojok paling belakang juga ikut kebagian. Tampang kantuk dan tak mau diganggu yang sengaja kupasang sebelum bus milik pelajar itu meluncur meninggalkan terminal Darrasa tidak membuatnya kikuk  untuk membangunkan. Demi koin ia singkirkan malu.

Sabtu, 03 September 2016

Tangis, Nil dan Jodoh

Tangis, Nil dan Jodoh

Abdul Malik bin Marwan, Khalifah Bani Umayah itu asyik berdebat dengan salah satu pentolan ulama Khawarij. Ditengah asyik-masyuk berdebat, tangis anaknya pecah. Ia menerobos ruang perdebatan dan memaksa Abdul Malik menggendongnya; agar tangsinya reda. Si Khawarij seketika berkata, "Sudahlah! jangan kau paksa anakmu untuk diam. Sebab tangisan akan memberinya banyak manfaat dikelak kemudian hari. Tangisan akan membuat tulang rahang menjadi lebar sehingga suaranya akan lantang dan cetar. Tangisan juga akan membuat otaknya semakin cerdas. Sebab, dengan menangis beban diotaknya akan keluar. Hal itu akan merangsang kerja otak."
***

Senin, 22 Agustus 2016

Ketika Syekh Mutawalli Sya'rawi Memusuhi Cucu Nabi

Suatu malam, setelah berbincang-bincang tentang masalah sufisme dan para auliya-Nya, Syaikh Sya'rawi bertanya padaku, "Sudahkah aku bercerita tentang Sayyida Zainab kepadamu?” "Saya belum pernah dengar, Maulana". Jawabku.

Syaikh Sya'rawi bercerita, "Aku hidup bertetangga dengan Sayida Zainab selama 7 tahun. Dari tahun 1936 sampai 1942. Waktu itu, aku tinggal di Jalan Prince Aziz dekat Benteng al-Kabsh, Distrik Sayyida Zainab. Statusku pada waktu itu adalah mahasiswa S1 dan kebetulan sedang menyiapkan diri untuk mengikuti ujian. Singkat cerita aku jatuh sakit. Sakit parah yang tak kunjung sembuh. Sehingga hal itu membuatku tidak bisa mengikuti imtihan (ujian). Ujian semester awal tidak dapat kuikuti, begitu juga dengan ujian semester kedua. Jengkel bercampur sedih. Lha, wong aku selama ini sudah berusaha mati-matian untuk ikut imtihan malah pas hari itu datang aku tergelat sakit. Aku mengadu kepada Sayyida Zainab, "Kita (saya) tinggal di sini, di sampingmu, Sittina! Imtihan sudah terlewati, dua semester pula! Hilang sudah kesempatanku untuk menyelesaikan kuliah dalam setahun ini."

Sejak saat itu aku membenci Sayyida Zainab. Aku tak lagi shalat di masjidnya. Aku lebih memilih untuk melaksanakannya di sebuah Zawiyah (pusat kegiatan tasawuf), Namanya Zawiyah al-Habiba.
****

Selasa, 30 September 2014

Pendaftaran, Prospek Beasiswa dan Kuliah di Universitas al-Azhar



Pendaftaran, Prospek Beasiswa dan Kuliah di Universitas al-Azhar



Proses pendaftaran ke universitas al-Azhar dimulai ketika ada pengumuman dari Dikti bahwa lembaga yang bersangkutan telah membuka pendaftaran dan mengatur bagaimana tata pelaksanaannya. Biasanya, pelaksanaan pendaftaran dibuka pada bulan April. Syarat dan institusi mana saja yang diberi wewenang untuk menyelenggarakan tes penerimaan diatur oleh Dikti. Biasanya, Dikti akan mewakilkan tes penerimaan kepada beberapa perguruan tinggi agama islam negri di Indonesia. Untuk wilayah Sumatera kepada IAIN ar-Raniry Aceh dan IAIN di Medan, untuk daerah jawa diwakilkan kepada UIN Jakarta, UIN jogja dan UIN Malang dan seterusnya.


Jumat, 19 November 2010

Berburu Berkah Di Negri Para Nabi #3

Selanjutnya adalah berziarah kepada sahabat Abu zir Al Ghifary, Syekh Abu Zuhur dan Imam Laits bin Sa'ad (tabi'in).

Untuk dapat kesana, kita akan menyusuri jalan yang tadi kita lalui, dan setelah melewati makam Imam Ibnu Hajar kita belok kiri. sekitar 30 M. dari pertigaan kita akan sampai di makam Syekh Abu Zuhur dan sahabat Abu Zir Al Ghifary. Kedua makam ini berada persis di sebelah kiri jalan dan berdempelan. Hanya saja saya ingatkan berkali-kali bahwa makam-makam di daerah ini tidak nampak sebagaimana makam seorang tokoh besar, makanya perlu kejelian. Santai saja dalam berjalan sambil tengok kanan kiri.
Makam Syekh Abu Zuhur


Papan nama makam sahabat Abu Zir Al Ghifary

Dari makam ini ke arah kanan kurang lebih 30 M. (makam syekh Abu Zuhur dan sahabat Abu Zir dekat dengan pertigaan kecil) ada kumpulan makam ulama, tapi saya belum pernah berziarah ke sana, biasanya sudah terlanjur capek.

Agar dapat berziarah ke makam Imam Laits bin Sa'ad, kita harus jalan kaki lagi kurang lebih 250 M. dengan arah lurus mengikuti jalan setapak. 

Bangunan makam Imam Laits bin Sa'ad terawat dengan baik. Area makam Imam Laits merupakan makam keluarga. Disitu disemayamkan beberapa anggota keluarga beliau. Disamping itu, bangunan ini juga dijadikan sebagai tempat tinggal bagi pewaris beliau. Makanya makam ini terawat dengan baik. 

Hal yang cukup menggemberikan adalah makam ini masuk dalam pemeliharaan bangunan bersejarah dibawah kementrian kebudayaan mesir, seperti tertera di papan nama yang berada di depan bangunan makam.


Bersiap-siap pulang

Makam Imam laits bin Sa'ad
 
- - - - - - - - - - - - -- - - - -- --- - - - - - - - - - - - -  - - - - - -  - -- -

Di lain waktu, saya juga pernah berziarah ke makam Imam 'Athoillah As Sakandary, seorang ulama besar yang punya kitab Hikam. Hanya saja, saya tidak paham rute menuju kesana. Yang pasti Area makamnya berada dekat dengan jabal Muqotom. Dalam Area makam tersebut tidak hanya bersemayam Imam 'Athoillah, akan tetapi sedikitnya ada empat ulama lain juga yang dimakamkan disitu.


Dalam masjid ini bersemayam Imam 'Athoillah As sakandary

Makam Ulama yang berada di samping kanan masjid

Makam ulama yang berada di depan masjid sebelah kanan. Ada empat ulama disemayamkan disini.

#######################################

Syekh Yusry, salah seorang dosen Al Azhar dan pemimpin Thoriqoh Syadziliyah punya agenda  rutin ziarah ke makam Imam Syadzily yang berada di daerah Syadzilah, Khumaitsaro, Bahrul Ahmar Mesir. Acara ini diselenggarakan dalam rangka menghormati haul beliau Imam Syadzily yang jatuh pada bulan Maulud. Biasanya rombongan besar dari Syekh Yusri yang terdiri dari orang Mesir, Indonesia, India, Pakistan, Malaysia, Orang-orang kulit hitam, Tajikistan dan  beberapa negara lain berangkat bersama dari kediaman syekh yang berada di daerah jabal Muqotom dengan terlebih dahulu melakukan ritual ala syadzily.

Perlu waktu kurang lebih dua puluh jam untuk sampai kesana dan biasanya menginap dua malam untuk melakukan ritual thoriqoh atau yang biasanya di sebut suluk. Sebelum sampai ke makam Imam Syadzily kami Ziarah dan Istirahat dulu di dekat laut merah, yaitu di makam Syekh Najdy 'Aliyan Al Ja'fary. Setelah istirahat dirasa cukup, kami melanjutkan perjalanan lagi. Di tengah-tengah perjalanan kami juga berziarah ke makam Syekh Salim yang berada di tengah-tengah gurun pasir tak bertuan. 

Jarum jam menunjukan pukul 03.00 dini hari ketika kami sampai di makam Imam Syadzily. Angin gurun langsung menyalami kami serombongan. Kami menggigil, terlebih waktu itu masih musim dingin. Untungnya tuan rumah sudah menyediakan selimut tebal sehingga kami dapat melindungi tubuh kami dari sengatan dingin udara gurun.



Makam Imam Syadzily



Di samping berziarah ke makam Imam Syadzily kami serombongan juga menziarahi:
  • Sayidah Zakiyah
  • Syaikh Ali Al Syarif (keduanya berdekatan dengan makam Imam Syadzily)
  • Syaikh Musthofa Al Idrisy (Pendiri thoriqoh Idrisiyah) dan beberapa ulama lain yang berada satu area
  • Syaikh Ahmad Muhammad Ridwan (Pendiri Thoriqoh Ridwaniyah)
  • Syaikh Abu Hajjal Al Luksory, Syaikh Maghriby dan beberapa makam lain yang berada dalam bangunan ma'bad Fir'aun, daerah Luxor.
  • Syaikh Abu Abdillah Al Qurosyi, Syaikh Qunna'i dan Syaikh As Shobbagh yang berada di masjid jami' Asyuth.
Sayangnya, pada waktu itu saya tidak membawa kamera. jadi, tidak dapat mengabadikannya dalam bentuk gambar.

Kamis, 18 November 2010

Berburu Berkah Di Negri Para Nabi #2

Setelah cukup lama berada di makam Imam Syafi'i -biasanya istirahat sebentar karena lumayan capek- perjalanan ziarah dilanjutkan dengan tujuan sahabat Uqbah bin Amir, sahabat Muhammad bin Hanafiyah, sahabat Abu Zir Al Ghiffary, Al hafidz Ibnu Hajar Al 'Asqolany, Rabi'ah Al Adawiyah, Dzun Nun Al Mishry, Imam Laits, Abu Zuhur dan masih banyak lagi ulama-ulama dan salafu sholih yang kami temui sepanjang perjalanan dari Imam Syafi'i menuju makam sahabat Uqbah bin Amir yang hanya berjarak sekitar 1 km.

Jalan Menuju Makam
Untuk menuju ke makam-makam tadi, cara satu-satunya yang dapat kita tempuh adalah dengan berjalan kaki. Disamping dekat, antara makam satu dengan lainnya hanya berjarak beberapa meter dan jalan yang dilalui juga merupakan jalan setapak satu arah yang hanya bisa dilewati satu mobil. Kalaupun hendak memaksakan diri naik mobil, kita akan merasa capek sendiri dengan beberapa kali naik turun mobil. Dan terutama bagi yang tidak terlalu paham dengan rute makam-makam tadi dijamin tidak akan menemukannya, karena makam-makam Ulama yang kita ziarahi berupa bangunan lawas yang tidak terurus, penanda makam juga sudah usang. Walhasil perlu kejelian untuk dapat menemukannya.

Makam pertama yang kita temui adalah makam Al Khafidz Ibnu Hajar Al 'Asqolany. Makam beliau berada tempat disamping jalan yang berada dalam kawasan kumuh. Orang yang belum pernah mengunjungi dapat dipastikan tidak dapat mengetahuinya.

Tanda Makam Imam Ibnu Hajar

Area makam beliau berubah menjadi pasar hewan bila hari pasaran, bangunannya juga berupa batu bata tua yang sudah keriput disana-sini. Pintu masuknya hanya kelihatan separuh dan dipalang dari arah luar. Kita bisa mengetahui bahwa tempat itu merupakan makam Ibnu hajar dari tanda makam yang berada disamping pintu masuk yang terbuat dari batu marmer berukir nama beliau.
Makam Imam Ibnu hajar

Dari makam Imam Ibnu Hajar kita berjalan lurus menuju makam sahabat Muhammad bin Hanafiyah, Rabi'ah Al Adawiyah dan Dzun Nun Al Mishry yang berada dalam satu bangunan. Bangunan ketiga makam tokoh islam ini terbilang bagus. Pembangunannya diprakarsai oleh para pengikut Thoriqoh Ja'fariyah yang bisa kita baca pada pintu masuk makam. Makam ini selalu terkunci rapat, dan apabila ingin membukanya, kita harus izin kepada juru kunci yang berada tidak jauh dari makam. Juru kuncinya seorang perempuan tua yang sangat ramah dan baik hati. Dia pasti mengantar dengan senang hati bila kita meminta izin.

Memeluk Pusara Rabi'ah
Makam Rabi'ah (dalam ruang kaca) tampak sedikit makam sahabat Muhammad bin Hanafiyah dan yang tidak tampak di sebelahnya adalah makam Dzun Nun Al Mishry.


Perjalanan berlanjut dengan mengunjungi makam Uqbah bin Amir, salah seorang sahabat nabi yang ikut dalam penyebaran islam ke Mesir dan ikut pula membangun masjid yang pertama dibangun di benua Afrika, yaitu masjid Amru bin Ash yang berada di daerah Fushtat. jarak dari makam Rabi'ah menuju makam sahabat Uqbah cuma beberapa meter saja, tidak lebih dari 30 M. Disana kita akan disuguhi bangunan masjid yang kalau kita masuk kedalamnya akan terasa tentram dan damai dengan didahului melewati terowongan kuno sepanjang kurang lebih 10 M.

Prasasti Yang Berada Disebelah Pintu Terowongan

Masjid Uqbah bin Amir dari samping kanan. Di area ini ada puluhan makam salafu sholih.

Pusara Sahabat Uqbah Bin Amir yang berada dalam sebuah bilik dalam masjid.

Berburu Berkah Di Negri Para Nabi #1

Bagi kaum muslimin yang mengamalkan hadits nabiكنت نهيتكم عن زيارة القبور ألا فزورها فإنها تذكر الأخرة  yang artinya kurang lebih "Saya (nabi) pernah (diwaktu lampau) melarang kalian berziarah kubur (karena iman kalian masih lemah dan dikhawatirkan akan kembali kepada Animisme dan Dinamisme), sekarang berziarahlah kalian, karena dengannya dapat mengingatkan kalian semua terhadap kematian dan hari akhir" akan sangat sayang bila selama berada di Mesir jarang atau malah tidak pernah meluangkan waktu untuk sesekali pergi berziarah ke tempat para sahabat nabi dan para salafu solih. Mengapa? Karena di negri ini ada ratusan makam para kekasih Alloh dan para sahabat serta tabi'in.

Baiklah, dalam kesempatan ini, saya akan menuturkan beberapa makam sahabat, tabi'in dan makam salafu sholih yang pernah saya ziarahi di sini.
Makam yang paling sering saya ziarahi
Makam yang sering saya ziarahi adalah makam Sayidina Husein bin Ali bin Abi Tholib cucu Rosul, makam Sayidah Nafisah binti Hasan Al Anwar bin Zaid Al Ablaj bin Sayidina Hasan bin Ali bin Abi Tholb, dan makam Sayidah 'Aisyah binti Ja'far As Shodiq bin Muhammad Al Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husen bin Ali bin Abi tholib dengan alasan  
  • Untuk makam yang pertama (sayidina Husen) karena jaraknya sangat dekat dengan aktifitas belajar, yaitu hanya beberapa meter dari kampus Al Azhar dan tentunya mengingat banyak riwayat yang mengatakan bila berdoa dengan lantaran Sayidina Husen hajatnya akan segera terkabul.
  • Untuk alasan makam yang kedua dikarenakan Imam Syafi'i saja kalau menemui satu permasalahan yang pelik dan tidak mendapatkan solusi maka akan meminta do'a kepada beliau dan tidak selang lama bi idznillah semua hal yang tadinya kelihatan akan menemui jalan buntu sekarang menjadi mudah
Berpose Di Depan Makam Sayidah 'Aisyah
  • Untuk makam yang ketiga adalah karena satu rute perjalanan dengan makam Sayidah Nafisah. Nama Sayidah 'Aisyah digunakan menjadi nama mahathoh karena makamnya berada persis di tempat pemberhentian angkutan umum dari beberapa penjuru kota Kairo. Makanya mudah saja bagi peziarah yang belum paham arah untuk dapat berziarah. Cukup bilang sayidah 'Aisyah ke supir atau kondektur insya Alloh akan sampai. Sedangkan kalau mau meneruskan ke makam Sayidah Nafisah kita cukup jalan kaki, waktunya tidak lama kok, cukup sepuluh menit saja. Yaitu dengan menyusuri jalan kuno yang dipenuhi dengan bangunan-bangunan lawas yang berada persis di sebelah kanan makam Sayidah 'Aisyah. 
Makam yang tidak terlalu sering saya ziarahi
Prasasti Masjid Imam Syafi'i
Maksud dari Makam-makam para salafu sholih yang tidak terlalu sering saya ziarahi adalah makam-makam yang hanya pernah satu, dua atau tiga kali saja saya ziarahi karena terbilang cukup jauh dari tempat tinggal seperti makam Imam Syafi'i bahkan ada yang sangat jauh, yaitu harus menempuh jarak ratusan kilometer seperti makam Imam Syadzili yang berada di daerah yang bernama Syadzilah, Khumaitsaro wilayah propinsi Bahrul Ahmar, Mesir (dekat dengan perbatasan Sudan).
Imam Syafi'i dan Imam Waki'(guru beliau) merupakan guru dan murid yang sangat  dekat semasa hidupnya dan berdekatan pula makamya.  Untuk dapat berziarah kesana, kita dapat  memilih beberapa alternatif yaitu menyewa mobil pribadi bagi yang berduit tebal, menggunakan bus jurusan Imam Syafi'i, seperti bus dengan nomor 555 atau yang lain bagi yang berkantong pas-pasan dan dengan berjalan kaki bagi yang berkantong tipis. Tidak lama kok, dari mahathoh Sayidah 'Aisyah cuma kurang lebih 20 menit.

Kalau kita ingin jalan kaki, maka arah yang harus ditempuh adalah dari makam Sayidah 'Aisyah kita akan menyeberangi bundaran. Setelah menyeberangi bundaran kita akan menemukan jalan  yang akan menuju kesana, tanda yang biasa saya perhatikan adalah adanya penjual 'Ashir yang berada di sebelah kiri jalan.

Di Depan Makam Imam Waki'

Selang beberapa menit kita akan mendapati makam Imam Waki' karena makamnya berada persis di samping jalan menuju makam Imam Syafi'i.
Makam Imam Waki'

Dari makam Imam Waki' menuju Makam Imam Syafi'i hanya menyisakan beberapa langkah saja. Disana kita akan mendapati bangunan masjid yang menakjubkan dan tiga makam, yaitu makam Imam Syafi'i, makam Imam Zakariya Al Anshory dan makam keponakan Imam Syafi'i (maaf lupa) yang berada persis di sebelahnya.

Sandaran Imam Syafi'i (konon digunakan saat beliau mengajar)
Makam Syeikh Zakariya Al Anshory
Bagi yang belum mengerti betul siapa itu Imam Syafi'i dan Imam Zakariya Al Anshory dapat  membaca sejarah ringkas sejarah dan auto biografi dari shohibul maqom yang tertempel di dinding.


Jumat, 22 Oktober 2010

Ashfour Pusat Cenderamata Khas Mesir

Hari itu kami berlima dengan mengendarai Avanza (ditambah seorang supir yang juga teman kami) berkeliling mengunjungi tempat-tempat bersejarah di kota Kairo. Entah berapa puluh tempat yang dapat kami singgahi, karena di kota ini memang sangat kaya dengan peninggalan-peninggalan bersejarah.

kapal layar
kapal layar

Perjalanan dimulai dengan menjemput dua saudara kami yang datang ke Mesir selepas melaksanakan ibadah umroh. Maksudnya, dua saudara kami memilih travel yang menyediakan dua paket perjalanan, yaitu Umroh sekaligus melancong ke Mesir. Mereka berdua menginap di hotel Movenpick, dekat dengan kawasan Ahram (Pyramid).
Singkat cerita, setelah kami capek mengunjungi puluhan tempat bersejarah di sekitar kota Kairo (Insya Alloh akan saya tulis di lain kesempatan) perjalanan di teruskan ke tempat penjualan souvenir khas Mesir. Kalian tau apa nama tempat dan produk khas Mesir yang kekondangannya sudah melanglang ke seluruh penjuru dunia? Ya… Ashfour nama produk dan tempat penjualan cindera mata khas Mesir itu.

Ashfour merupakan Kristal alami yang diproduksi oleh Mesir semenjak tahun 1961 dengan berbagai bentuk dan ukuran. Anda dapat membelinya di swalayan yang husus menyediakan berbagai produk Ashfour. Tepatnya di daerah Al Marg. Sekitar 1 sampai 1,5 jam perjalanan dengan mobil dari Kairo.
Didalam swalayan yang menjual produk-produk ashfour kami melihat gambar proses pembuatan dan alat-alat yang digunakan untuk membuatnya. Kami juga dapat melihat ribuan sample produk Ashfour dari berbagai bentuk dan ukuran. Yang jelas cantik, antik dan sangat menarik.

Semua sample diletakan dalam lemari kaca dengan tujuan agar tidak ada tangan jail yang menjamahnya, juga dengan tujuan agar nampak lebih indah karena diberi penerangan yang sesuai dengan produk yang dipajang. Anda akan menemukan berbagai macam produk ashfour dari bentuk yang sangat sederhana sampai produk yang betul-betul sangat rumit dalam pengerjaannya. Kalau anda mau beli, anda cukup menuliskan kode produk dalam kertas yang sudah diberikan kepada setiap pengunjung dengan cara mencantumkan nomor deri produk. Jangan kuatir dengan penipuan…. Karena dalam setiap produk pasti mencantumkan harga, dan pastinya barang yang akan sampai ke tangan anda akan sesuai dengan yang dimaksud.
Untuk harga disesuaikan dengan produk, dimulai dengan harga 20 pound sampai yang mencapai puluhan ribu pound

 .

Diantara produk-produk yang dapat anda temukan meliputi berbagai macam bentuk perhiasan seperti anting, cincin, kalung, bros, jam tangan dll. Berbagai miniatur tempat bersejarah dan tempat beribadah, seperti Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha. Ada juga mahkota, lampu rumah dengan berbagai jenis dan ukuran, produk dengan desain kendaraan seperti sepeda, mobil, kapal terbang, kereta api, dan kapal laut, serta tak lupa berbagai pernak-pernik khas mesir dari masa Fir’aun. Ada baju raja dan permaisuri, mahkota, aksesoris para bangsawan dan lain sebagainya. Yang tentunya sangat menarik dan menakjubkan.

baju Fir'aun
baju Fir'aun
baju kebesaran
baju kebesaran

Setelah kami capek berkeliling memilah dan memilih produk yang sesuai dengan selera dan kantong kami, kami ahirnya memutuskan duduk sebentar didalam swalayan. Swalayan yang menjual produk ashfour memang sangat memperhatikan kepuasan dan kenyamanan pembeli. Tempatnya sangat rapi dan bersih. Tidak ada penjaga yang berlalu lalang sehingga kita bebas menetukan produk yang kita pilih. Kalau mau Tanya produk apapun penjaga stand dengan sopan dan cegatan menunjukannya. Pokonya anda dijamin betah berlama-lama disitu.
Tak kerasa dua setengah jam kami habiskan waktu disitu hanya untuk melihat-lihat kecantikan produk Ashfour. Sekarang waktunya membayar ke kasir.
Setelah membayar kami pun cabut.
Oh ya… bagi yang tidak ingin capek dan berepot-repot ria membawa barangnya ke rumah, takut kenapa-napa dijalan, pihak swalayan menyediakan jasa pengiriman barang lho…
Perlu dicatat, ashfour ini tempat langganan para pejabat dan diplomat dari berbagai Negara yang ingin memperoleh oleh-oleh khas Mesir, tak terkecuali para pejabat dan diplomat dari Negara kita. Kalau ada kunjungan ke Mesir sudah dapat dipastikan mereka akan memborongnya. Bahkan katanya dari pejabat kita ada yang memborong sampai dua truk. Hebat kan….

mengamati perhiasan. diatasnya lampu-lampu bergelantungan
mengamati perhiasan. diatasnya lampu-lampu bergelantungan

Selain dipasarkan didalam negri, ashfour juga telah merambah ke berbagai penjuru dunia. Diantaranya adalah Qatar, Saudy, Kuwait, Bahrain, Yordania, Syiria, Tunisia, Maroko, Libya, Libanon, Palestina (lampu utama dan aksesoris lain di Masjidil Aqsho merupakan produk ashfour), Brazil, Selandia baru, China, Kolombia, Jepang, Jerman, Singapura, Thailand dll.

Perlu diingat juga, bagi peminat produk ashfour yang tidak ingin ditipu, maka harus membelinya di swalayan tadi. Karena ada para penjaja ashfour juga diberbagai tempat wisata seperti di Khan El Khalily. Mereka biasanya menjual ashfour dengan harga yang lebih murah akan tetapi biasanya dicampur dengan ashfour palsu. Makanya berhati-hati dan teliti lah sebelum membeli.

Maaf photonya tidak terlalu baik, karena cuma menggunakan HP dengan kwalitas gambar pas-pasan.

2/3 Penduduk Mesir Sekarat

Warga negara mesir dalam keadaan sekarat menyusul kenaikan harga makanan pokok, sayuran dan buah-buahan. Hal itu terekam dalam beberapa pemberitaan media baik cetak maupun elektronik dan pengalaman langsung dari pasar ketika penulis berbelanja.

Kenaikan harga makanan pokok, buah-buahan dan sayuran ini tidak dapat dicegah karena harga barang-barang tadi juga naik di Negara pengekspor. Hal ini terungkap dalam wawancara Ahram dengan Liwa Muhammad Abu Syady kepala bagian perdagangan dalam negeri Mesir. Beliau mengatakan bahwa: “Kenaikan harga barang-barang makanan pokok tadi mempunyai beberapa sebab dalam pandangan ekonomi, ada sebab yang beralasan dan ada yang tidak, dan diantara sebab yang berasalan adalah karena enam puluh persen pemenuhan kebutuhan pangan di negara ini dengan cara mengimpor dari Negara lain, kalau harga di Negara pengekspor naik, maka otomatis harga disini juga naik.

Memang benar, sebagai contoh: gandum yang menjadi bahan baku pembuatan Iesy, makanan pokok bagi penduduk Mesir harus diimpor dari Amerika, dan tak tanggung-tanggung, mencapai angka 60 juta ton tiap tahun.begitu juga dengan sayuran dan buah-buahan.

Kenaikan harga kali ini sudah di luar batas kewajaran, hal inilah yang membuat penduduk tak habis pikir. Bayangkan…. tomat yang biasanya dijual dengan harga paling tinggi 2 pound sekarang 7 pound, buncis dari 2 pound menjadi 15 pound, wortel dari 2 pound menjadi 8 pound, telor 1 thobaq (30 biji) 14 pound menjadi 25 pound, cabe dari 2-3 pound menjadi 8 pound, serta harga-harga kebutuhan yang lain.

Untungnya perubahan harga yang terjadi pada sayuran tidak diikuti pada buah-buahan. Kenaikan harga buah-buahan terbilang cukup wajar, hanya mencapai kisaran 20%.
Dan bagi kami, mahasiswa Indonesia yang kebetulan sedang berada di sini, kenaikan harga bahan makanan pokok, sayuran dan buah-buahan mempunyai andil besar dalam penggerogotan kantong kami, setelah sebelumnya juga ada kenaikan dalam bidang transportasi, pembayaran rusum dan permohonan tashdiq (dari free menjadi 25 Pound).

Note: I pound = 1750.

Banyak Rintangan Tak Susut Peminat

Itikad baik pemerintah dalam memperbaiki mutu dan kwalitas mahasisiwa yang ingin belajar di Al Azhar ternyata malah menjadikannya sebuah rintangan. Mengapa begitu? Kebijakan sepihak yang diambil pemerintah dalam perbaikan mutu dan kwalitas calon mahasiswa yang ingin menerusakan jenjang pendidikannya di Al Azhar, yaitu dengan diadakannya seleksi nasional yang biasanya diadakan setelah penutupan tahun ajaran pada perguruan tinggi agama yang telah ditunjuk oleh pemerintah dan depag ternyata seolah kesia-siaan belaka. Karena pihak Al Azhar sendiri juga telah membuat keputusan: “bagi setiap mahasiswa asing yang ingin mengikuti pendidikan strata satu di Al Azhar terlebih dahulu harus mengikuti Ikhtibar Qobul (tes penerimaan)”. Jadi, di Negara sendiri mengikuti seleksi, di Al Azhar juga diseleksi lagi.

Sebenarnya dari dahulu pihak Al Azhar tidak mensyaratkan adanya seleksi mahasiswa dari Negara calon mahasisiwa, hanya saja mengingat hasil buruk yang diterima oleh sebagian besar mahasiswa angkatan 2004/2005 dan membludaknya minat dari pelajar Indonesia untuk meneruskan pendidikannya di Al Azhar pada tahun yang sama hingga mencapai kisaran 1300-an, maka pemerintah bermaksud membatasinya dengan mengadakan seleksi di Indonesia. Hal ini direalisasikan dengan adanya seleksi calon mahasiswa tahun 2005/2006 sampai sekarang.

Oke lah kita terima keputusan pemerintah, Karena bagaimanapun itu demi menjaga citra dan nama baik bangsa dan Negara. Akan tetapi, tak habis pikir mengapa pihak Al Azhar juga membuat keputusan serupa? Apakah dilandasi ingin memperbaiki mutu mutakhorijinnya juga? Semoga saja begitu, hanya saja dari kedua masalah tadi memunculkan beberapa persoalan pelik yang sampai saat ini belum bisa diatasi.

Diantara masalah-masalah tadi adalah penundaan masuk ke bangku kuliah oleh hampir 80% mahasiswa baru lantaran tidak dapat mengikuti ikhtibar qobul walaupun sampai di Kairo sebelum memasuki imtihan term pertama. Karena biasanya kedatangan mahasisiwa Indonesia paling banyak terjadi pada bulan Januari sementara penutupan ihtibar qobul pada bulan Desember. Walhasil, banyak sekali yang menanggung kekecewaan atas kebijakan tadi, usut punya usut sulitnya mendapatkan visalah penyebab utamanya.

Belum lagi masalah itu selesai, muncul lagi rumor bahwa pengurusan pendaftaran untuk tahun 2010/2011 harus dilakukan sendiri, tidak bisa diwakilkan. Wah.. berat sekali kalau rumor tadi dijadikan ketetapan oleh pihak Al Azhar. Tentunya ini akan menjadi penghambat utama para calon mahasiswa datang ke Mesir. Pun begitu, tidak juga surut keinginan kuliah disini, mereka tidak patah arang, “makin besar cobaannya makin mantap pula hasil yang akan diperoleh” ucap salah satu calon mahasiswa.

Viagra Alami Tanpa Efek Sanping

Gargir, Mungkin bagi masyarakat kita belum banyak yang mengetahui tentang tumbuhan ini. Saya juga tidak sengaja mengetahuinya dari penjual sayur. Saya malah sempat ditertawakan karena memilih sayuran itu. Katanya: apa kamu sudah menikah? Kok beli gargir…. Saya jawab: belum, emang kenapa? Itu Viagra… sambil ketawa ketiwi menertawakanku.

Gargir merupakan tumbuhan yang bentuk daunya seperti daun bayam dan tingginya hanya sekitar dua puluh centi. Cara menanamnya seperti menanam kangkung air hanya saja media tanamnya berupa tanah dan memanenya Cuma satu kali alias dengan cara dicabut. Tumbuhan ini sangat digemari oleh masyarakat Mesir dari berbagai kalangan. Karena disamping murah juga mempunyai hasiat yang sangat banyak, dan diantaranya adalah sebagai penambah vitalitas dan stamina. Dengan hanya merogoh 1 pound dari kantong, anda akan mendapatkan empat ikat gargir segar.

Manfaat gargir tidak Cuma sebagai penambah vitalitas dan stamina saja. Para ahli kesehatan arab dari dahulu sudah mengetahui bahwa gargir banyak sekali bermanfaat bagi tubuh. Diantaranya adalah untuk memperlancar seni, memperlancar pencernaan (sembelit), menghilangkan bintik-bintik di kulit, bersih darah, memperkuat gigi dan gusi, menghilangkan hawa dingin, obat penyakit paru-paru, menghilangkan encok dan rematik, membersihkan lambung, obat luka bakar dan juga sebagai obat rambut rontok.
Selain itu gargir juga dapat menurunkan kolesterol dalam darah. Mengandung banyak vitamin C, kalsium, zat besi, fosfor, dan belerang.

Cara konsumsi

google
penyajian gargir. sumber:google

Secara umum, gargir dikonsumsi sebagai lalaban. Kecuali pada pemanfaatan gargir sebagai pelancar seni, pengendali rambut rontok dan obat luka bakar.

Untuk penggunanaya sebagai pelancar air seni yaitu dengan cara merebus tiga ikat kecil gargir dengan ditambah satu siung bawang kedalam air dua liter dan membiarkannya sampai mendidih dan air menyusut hingga setengahnya. Kemudian dinginkan,. Minum satu gelas di pagi hari dan satu gelas lagi pada sorenya.

Bagi yang ingin mengurangi rambut rontok yaitu dengan cara mencampur 15 gram gargir dengan 50 gram alcohol dan satu sendok teh bunga kembang mawar. Oleskan pada rambut selama dua minggu berturut-turut.

Untuk luka bakar dengan cara menumbuk satu ikat kecil gargir sampai halus kemudian di campur dengan satu sendok makan minyak zaitun dan dioleskan pada luka.
Perlu di ingat.. wanita hamil dianjurkan tidak mengkonsumsi gargir. Mengapa? Karena dari riset yang dilakukan para ahli gargir mengandung zat yang bisa memperlancar haid, makanya bagi wanita yang sedang hamil dianjurkan untuk tidak mengkonsumsinya, kawatir terjadi keguguran. Dan juga dalam pengkonsumsiannya jangan sampai berlebih, Karena akan menimbulkan radang dalam kandung kemih.

NOTE: GARGIR MERRUPAKAN SALAH SATU DARI TIGA JENIS OBAT KUAT MESIR YANG TERKENAL SETELAH DHOB MASHRY DAN HAJAR JAHANAM

Dibalik Kemolekan Gadis Mesir

 
Gambar: Google

Matahari sudah mulai bergegas menuju peraduannya. Sementara sholat ashar belum ku laksanakan. Ku ayunkan kaki secepat mungkin menuju masjid di daerah Gami’ Hay ‘Asyir untuk melaksanakan sholat disana.

Jam elektronik penunjuk waktu sholat yang terpampang di sebelah kiri pengimaman menunjukan pukul 16.45 ketika aku menginjakan kaki di masjid. Aku lupa bahwa aku belum punya wudhu. Akhirnya aku keluar lagi menuju tempat wudhu yang berada di sebelah jalan. Tempat wudhu di masjid ini memang terpisah oleh jalan. Setelah wudhu dan meletakan sandal di tempatnya aku bersegera melaksanakan sholat. Sholatnya pun memakai madzhab kilat khusus. Dan hanya kurang lebih lima menit aku sudah rampung.

Aku duduk sebentar melemaskan otot kaki yang dari pagi belum di kasih jatah istirahat. Pikirku, aku nanti akan pulang sehabis maghrib saja biar tidak kehabisan waktu maghrib di jalan. Maklum, perjalanan dari Hay ‘Asyir di daerah Nasr City menuju rumahku di Helwan biasanya memakan waktu kurang lebih dua jam. Jadi, dari pada tidak bisa sholat maghrib di jalan lebih baik menunggu di sini saja.

Sedang asyik-asyiknya melamun sambil memijiti kaki, tiba-tiba aku di kejutkan oleh suara laki-laki dari arah belakang.

“Assalamu ‘Alaikum….

“Wa ‘Alaikum Salam..”

“Ezayyak?”

“Al hamdu lillah tamam”

“Enta Andonisy…”

“Aiwah…”

“Al hamdu lillah…. Nama saya Ahmad, saya juga dari Indonesia anak muda, tepatnya dari Pekalongan. Saya sudah tinggal di sini lebih dari tiga puluh tahun.”

Tanpa terlebih dahulu menanyakan namaku orang tua itu begitu antusias bercerita tentang dirinya. Wajah tuanya seakan tidak kuat lagi menahan derita yang selama sepuluh tahun terahir ini ia lakoni. Ia tak henti-hentinya mengingatkan aku agar tidak terjebak dengan kemolekan wajah gadis Mesir. Cukup ia saja yang mengalaminya.

“Anak muda, aku dulu beranggapan bahwa cantik merupakan segala-galanya. Pokoknya aku harus kawin dengan seorang yang cantik rupawan. Pucuk dicinta ulampun tiba. Saya ditugaskan oleh kantor untuk menangani salah satu usaha yang berada di Mesir. Dalam hati saya mengucap syukur berkali-kali. Niatan untuk memiliki istri cantik jelita sebentar lagi jadi kenyataan. Dari cerita yang sering saya dengar gadis-gadis Mesir terkenal cantik dan rupawan. Dan memang dalam kenyataannya tidak keliru. Kalau diibaratkan ada sepuluh gadis Mesir, maka yang cantik ada dua puluh, karena bayangannya juga ikut cantik.”

“Keinginan membabi buta untuk segera memiliki istri seorang yang cantik rupawan inilah yang akhirnya membuatku jadi begini. Terlunta-lunta di hari tua. Tiada sanak dan saudara yang mau menemani hari tuaku. Tidak pula mereka anak dan istriku. Sungguh aku sangat menyesal dan tidak dapat memaafkan diriku sendiri bila mengingat-ingat kejadian yang sedang menimpaku ini. Mungkin inilah balasan Alloh atas kecorobohanku di masa silam dan sebagai penebus atas kehilafan kepada kedua orang tuaku.”

Begini ceritanya anak muda:“Setelah hampir dua tahun aku bekerja di sini, kebetulan ada pendaftaran local staf. Dan singkat cerita diterimalah salah seorang gadis Mesir sebagai local staf untuk mengisi kekosongan salah satu local staf dikarenakan local staf yang lama mengundurkan diri dengan alasan ingin lebih banyak waktu bersama keluarganya. disamping dia memiliki kecakapan dalam bidang pekerjaan, Dia berbody aduhai dan cantik rupawan sehingga menjadi bahan incaran para teman sekantor. Aku pun berusaha mendekatinya. Dan ahirnya pilihan jatuh padaku. Aku diminta bertamu ke rumahnya untuk mengenalkan diri kepada anggota keluarganya. Di saat itulah kedua orang tuanya meminta padaku agar secepat mungkin melamar anak gadisnya. Karena merupakan aib besar bagi keluarga jika ketahuan salah satu dari anggotanya memiliki hubungan tanpa status, baik pernikahan atau khitbah. Aku yang sudah di butakan oleh nafsu tidak dapat berpikir dengan jernih. Tanpa pertimbangan dan persetujuan dari siapapun aku menyetujuinya di tempat.”

Aku pulang ke Pekalongan dengan tujuan untuk meminta restu dari kedua orang tuaku. Apa yang terjadi dengan mereka? Ternyata mereka sudah memilihkan aku seorang gadis dari keluarga baik-baik, terpelajar, dan tak kalah pentingnya dia juga termasuk dalam kategori cantik untuk ukuran gadis jawa. Mereka menasehati aku berkali-kali agar memikirkan kembali pilihanku. Seringkali beliau berdua bertanya padaku: apakah gadis Mesir open? Nrima ing pandum? Iso manggul duwur mendem jero? Dan sifat-sifat yang kaprah terdapat pada wanita jawa pada umumnya? Apakah tidak sebaiknya kau urungkan saja niatmu untuk menikahu gadis Mesir itu? Bukankah kecantikan itu bersifat sementara….. sementara dalam hidup berumah tangga kecantikan itu akan menempati posisi yang entah ke berapa, jauh di belakang etika, sopan-santun dan tata krama. Aku bersikukuh harus menikahi gadis pilihanku. Dan akhirnya orang tuaku mengalah.

Episode selanjutnya dalam kehidupanku layak di sebut enak seklentheng rekasane ketiga rendheng. Mahligai rumah tangga yang saya gadang-gadang akan terasa manis nyatanya hanya sebuah impian. Saya menghisap madu pernikahan hanya kurang lebih tiga bulan. Setelah itu masalah demi masalah muncul hingga menjadikan aku tidak betah di rumah. Untung saja, setelah genap satu tahun kami berumah tangga kami di anugerahi buah hati yang dapat menjeratku agar tidak menghabiskan waktu 24 jam di luar. Akan tetapi, disamping satu anugrah, kehadirannya juga salah satu penyebab duka lara yang selama ini harus ku tanggung. Mengapa? Setelah anak yang pertama lahir, istriku makin menjadi-jadi dalam menuntut kehidupan berlebih. Pertama dengan meminta rumah yang wah.. kemudian meminta ganti mobil, kalau makan mintanya pakai daging, tidak tanggung-tanggung, satu kali makan menghabiskan satu potong ayam, urusan dapur dan mencuci juga ogah-ogahan. Kerjanya Cuma ngrumpi dan tidak jarang menceritakan ketidak becusan saya dalam memenuhi nafkah keluarga. Padahal saya sudah berusaha mati-matian untuk memenuhi apa yang diinginkannya.
Keadaan ini tidak kunjung reda hingga kami punya empat anak. Setiap akan berangkat ke kantor saya harus membersihkan rumah dan tidak jarang pula menyiapkan sarapan. Hingga saya sering terlambat datang ke kantor. Dan puncak dari penderitaan ini adalah ketika saya sudah tidak bekerja lagi di kantor. Istriku sering berkata di depan anak-anak bahwa aku laki-laki yang tidak berguna, hingga anak-anakku pun berani kurang ajar kepadaku. Bayangkan… mereka seenaknya saja memanggilku dengan sebutan Ahmad, tanpa ada sedikitpun rasa hormat dan sungkan. Mereka seolah-olah menganggapku sebagai sampah yang sama sekai tidak berguna. Hingga pada satu saat terjadi cek-cok antara aku dan istriku dan dia mengusir aku begitu saja dari rumah. Sebenarnya saya ingin pulang ke Jawa, akan tetapi di jawa saya sudah tidak punya apa-apa lagi, semuanya sudah ludes untuk biaya kehidupan mereka selama ini.

Ceritapun berhenti ketika adzan maghrib berkumandang. Aku dipeluk olehnya dengan erat Seakan beliau menemukan kembali keluarganya yang sudah sangat lama hilang. Beliau mengajakku untuk mampir ke rumah dan apabila ada waktu luang supaya sering-sering dolan kesana. Akan tetapi sayang, untuk kali ini aku tidak bisa memenuhi permintaan beliau Karena aku harus pulang ke rumah malam ini juga.
—-
Ezayyak = Apa kabar
Al hamdu lillah tamam = Alhamdulillah baik
Enta Andonisy = kamu orang Indonesia
Aiwah = ya
Open = Perhatian
Nrima ing pandum = menerima atas pemberian Tuhan
Manggul duwur mendem jero = Menjaga kehormatan keluarga dan menutupi aibnya
Enak se klentheng rekasane ketiga rendheng = Peribahasa Jawa untuk mengungkap kan kebahagiaan yang di capai/rasakan tidak sebanding dengan usaha yang dilakukan

Tomat, Penarik Suara Umat

Suhu perpolitikan di Mesir kian memanas seiring dengan semakin dekatnya hajatan nasional yang rencananya akan digelar pada tanggal 27 Oktober 2010 mendatang.

Geliat partai-partai politik untuk mendulang suara pada pemilihan yang akan datang tersebut kian gencar saja. Pemasangan iklan di beberapa media, debat terbuka, kunjungan calon-calon legislative ke kantong-kantong suara dan kampanye dialogis di beberapa tempat menjadikan greget dari hajatan ini semakin kentara.

Dalam menarik simpatisan, para caleg dari partai kontestan pemilu secara umum mengangkat isu sentral yang sedang terjadi di Negara ini, yaitu tentang lonjakan harga bahan makanan pokok hingga pada batas yang tidak dapat ditolerir. Hal ini juga yang dilakukan oleh calon-calon legislatif dari Partai Nasional Demokrat (Hizb Al Wathony Ad Demoqrathy) dalam acara sosialisai program dan pengenalan calon anggota legislative dari partai tersebut untuk wilayah Giza. Tercatat dalam acara tersebut Sembilan belas calon anggota legislative hadir dan memperkenalkan diri serta memaparkan program-programnya.

Salah satu program yang dipaparkan dalam acara ini adalah upaya penurunan harga makanan pokok sampai pada batas yang wajar. Dan mereka berjanji akan menurunkan harga tomat hingga kisaran tertinggi 4,5 Pound/Kg. dan harga daging menjadi 38 Pound/Kg. setelah sebelumnya menembus harga 15 pound /Kg. dan 65-70 Pound/Kg.

Hadir dalam acara ini beberapa pejabat teras partai seperti Aisyah Abdul hadi, ketua divisi perempuan Partai Nasional Demokrat dan beberapa pejabat teras lain.

Mengenal Kristen Koptik

Pertikain berkepanjangan antara kaum kristiany dan kaum muslimin diberbagai penjuru dunia kayaknya tidak ada habis-habisnya. Masing-masing pihak mengklaim bahwa dirinya lah pihak yang di dzolimi dan berusaha untuk melawan ketidak adilan yang mereka alami. Hal inilah yang menimbulkan sengketa ini akan terus menerus menghangat. Apalagi kalau sesekali disulut.

Setiap orang yang beragama pasti akan merasa sumuk dan gerah bila saudara-saudaranya seiman menerima perlakuan kurang baik dari pemeluk agama lain. Apalagi bagi yang masuk dalam kategori Fanatik buta, pasti mereka akan berusaha menuntut balas dengan pembalasan yang setimpal bahkan kalau bisa melebihinya. 

Dan tulisan dibawah ini berusaha mengurangi ketegangan saraf diantara kaum kristiany dan kaum muslimin. Yuk… kita baca bareng-bareng.

Google
tanda kaum Coptic, berupa tato ditangan kanan. sumber: Google

Di dekat syaqoh (kost) kami, tepatnya 200 M. ke arah utara, berdiri bangunan tinggi kokoh dengan symbol besar berupa tanda silang dan tulisan besar dengan bahasa arab di dindingnya “Kanisah Maryam Al ‘Adzra Lil Aqbath” atau kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berbunyi ”Gereja Coptic Maryam Perawan Suci”.

Berbeda dengan kaum Kristiany pada umumnya, gereja ini mengadakan kebaktian pada setiap hari Jum’at, waktunya pun bersamaan dengan pelaksanaan sholat jum’at, Sehingga kalau kami mau melaksanakan sholat jum’at pasti berpapasan dengan para pemeluk agama ini. Kebetulan masjid yang biasa kami tempati untuk melaksanakan sholat jum’at berada 30 M. sebelah utara dari gereja.

Kesan yang dapat kami tangkap dari para pemeluk kristen Coptik dan kaum muslimin disini adalah mereka saling menghargai dan sangat bertoleransi sehingga terbina hubungan yang harmonis. Terbukti dengan tidak adanya gangguan terhadap kaum Coptik yang terhitung sebagai kaum minoritas dalam menjalankan keyakinannya, dan penghargaan yang besar dari mereka kepada kaum muslimin sebagai kaum mayoritas. Contohnya adalah dengan tidak berlalu lalang dan mengecilkan volume suara kebaktian mereka bila sholat Jum’at dilaksanakan.

Hal lain yang membuat kami terheran-heran lagi adalah adanya kegiatan selama sebulan penuh pada bulan Ramadhan. Mereka melaksanakan semacam kebaktian persis ketika kaum muslimin sedang menjalankan ibadah sholat Taraweh. Kegiatan mereka akan semakin semarak bila masuk sepuluh ahir bulan Ramadhan, mereka akan semakin giat dalam beribadah. Seperti halnya apa yang dilakukan oleh kaum muslimin. 

Tidak berhenti disitu saja keheranan kami, para pemeluk Kristen Coptik ini juga menggelar Bazar-bazar murah yang diperuntukan bagi umum dan pembagian sembako bagi masyarakat yang tidak mampu. Mereka juga memasang lampu-lampu dan pernak-pernik pada gereja sebagai tanda ikut berbahagia menyambut bulan Ramadhan. Sehingga kami merasa kebahagian menyambut Ramadhan tidak dimiliki oleh kaum muslimin saja, akan tetapi juga dirasakan oleh mereka.

Katanya kaum Coptik mengimani salah satu surat dalam Al Qur’an yang menceritakan tentang dewi Maryam. Dan menurut salah satu sumber, tata cara ibadah mereka juga mirip dengan ibadah sholat. Mungkin inilah yang menjadikan hubungan antar pemeluk agama disini sangat harmonis.

Lokasi: Wadi hof, Zahra, Helwan, Kairo, Mesir

Iesy Makanan Pokok Penduduk Mesir

Iesy merupakan makanan pokok bagi lebih dari 80 juta penduduk Mesir. Tanpanya mereka tidak dapat bertahan hidup. Dan sangking bergantungnya dengan iesy (kalau tidak makan iesy tidak bertenaga) beberapa pesepak bola Mesir yang sudah bermain di Eropa rela meninggalkan klubnya dan memilih pulang kampung.

Cara pembuatan iesy relative sederhana, yaitu dengan mengadoni gandum dan membentuknya bundar pipih sebesar piring dengan adanya ruang diantara dua lapisan yang nantinya berfungsi untuk memasukan berbagai lauk sesuai dengan selera masing-masing kemudian di oven sampai kering tanpa ada rasa alias tawar. Tebalnya sekitar 0.5 centi.

Iesy dapat dikonsumsi dengan dua macam cara yaitu dikonsumsi dalam keadaan masih hangat dan kedua dengan cara dikeringkan terlebih dahulu sampai sepertikeripik. Untuk penyajian yang paling sederhana biasanya ditemanidengan penambah selera makan (seperti acar akan tetapi tidak asam terdiri dari mentimun, tomat, dan sejenis sledri dengan diiris kecil-kecil) atau dengan salathoh (wortel, mentimun dan Lombok besar yang terlebih dahulu direndam dengan cuka, sehingga warnanya kekuningan dan rasanya asam), ditambah dengan ful yaitu kacang yang ditumbuk sampai halus dan dimasak sampai seperti bubur dan berwarna coklat, serta tho’miyah (sejenis bergedel).

salah satu cara pendistribusian iesy balady

Untuk dapat menikmati iesy tho’miyah yaitu iesy yang didalamnya terdapat tho’miyah beserta sedikit tomat dan kubis plus sedikit salatoh dengan cara dijambal, kami cukup mengeluarkan satu pound. Dan inilah biasanya makanan favorit bagi mahasisiwa menengah ke bawah, karena disamping enak juga pas di kantong.

Selain iesy tho’miyah ada juga iesy bil baid yaitu cara penyajian iesy dengan lauk berupa telor rebus didalamnya juga dengan salatoh, iesy bil bathotis iesy dengan lauk kentang goring, iesy bil badzinjan yaitu iesy dengan lauk terong dan lain-lain.

Iesy sendiri ada dua macam, yaitu iesy syamy yaitu iesy yang terbuat dari gandum berkualitas baik dengan bentuk serupa hanya saja bentuknya lebih kecil, yaitu sebesar lepek dan lebih tipis. Kedua yaitu iesy balady yaitu iesy yang terbuat dari gandum dengan kualitas kurang baik dan dalam pembuatan dan pendistribusiannya pun kurang menjaga kebersihan. Akan tetapi iesy inilah yang menjadi makanan favorit sebagian besar penduduk Mesir karena sangat murah. Dengan hanya mengeluarkan satu pound mereka mendapatkan 10 buah iesy, bahkan untuk masyarakat menengah ke bawah dapat membawa pulang 20 buah iesy dengan syarat membelinya pada warung-warung bersubsidi yang telah ditunjuk oleh pemerintah dengan membawa serta kartu miskin mereka.

penjaja shubiya
penjaja shubiya
Setelah kenyang, biasanya kami menghilangkan rasa haus dengan meminum shubiya Yaitu minuman khas Mesir. Warnanya putih dan rasanya manis serta ekonomis. Harganya Cuma 0.5 pound.

Jumat, 15 Oktober 2010

Dua-Pertiga Penduduk Mesir Sekarat

Rp. 2.625.000.000,00 untuk Satu Nyawa

Duta besar Mesir untuk Arab Saudi Ali Al ‘Usyairy dalam jumpa persnya mengatakan bahwa penguasa tertinggi tanah Arab yang bergelar Khodimul Haramain Raja Abdullah bin Abdul Aziz telah menyetujui pemberian santunan terhadap lima korban banjir Jedah yang terjadi pada Nopember tahun lalu sebesar 5 juta Real atau setara dengan 7,5 juta pound dan kalau dirupiahkan menjadi Rp.13.125.000.000,00. (1 Pound = Rp.1750,00). Hal ini sebagaimana dilansir oleh surat kabar harian terbesar di Mesir Al Ahram edisi 22 September 2010.

Jumlah yang sangat fantastis bukan??? Ya.. walau jumlah uang tadi tidak dapat menghapus rasa berkabung dari keluarga yang ditinggalkan, akan tetapi setidak-tidaknya keluarga yang ditinggalkan merasa diperhatikan oleh pemerintah dimana meraka hidup (Mesir) dan dari Negara dimana bagian dari keluarga meraka mencari sesuap nasi (Arab Saudi).

Membaca tulisan tadi membuat perasaan menjadi semakin iri dan prihatin. Iri karena perhatian pemerintah lain terhadap warganya sangat besar, dan prihatin mendengar kabar ribuan TKI kita mendapat perlakuan buruk dari berbagi pihak, penyiksaan, penipuan, dan yang paling meyedihkan sampai pada tingkat penghilangan nyawa. Kompleks banget lah…..

Selasa, 14 September 2010

Dari Ketiadaan Aku Ada Part I

Sebenarnya perasaan ini sudah muncul jauh sebelum tangan ini berkeinginan menuliskannya. Tepatnya aku tidak tau, tapi yang jelas perasaan ini muncul tiap kali ada momen yang menuntut pemberian berupa materi dari seorang kakak terhadap adiknya. Lebih-lebih mendekati situasi lebaran seperti saat ini.

Kemarin malam, tepatnya malam ke Sembilan belas di bulan Romadhon yang penuh berkah ini, aku tak sengaja melangkahkan kaki di pusat belanja rakyat, pasar Helwan namanya. Sebuah pasar yang menjadi sentra pemenuhan berbagai kebutuhan rakyat. Tepatnya segala macam jenis kebutuhan rakyat, karena disitu menjajakan segala bentuk pemenuhan kebutuhan, atau dalam bahasa saya dapat dikatakan lengkap-lengkip. Ya.. pasar Helwan benar-benar menjadi sentra pemenuhan kebutuhan rakyat.

Pada hari-hari biasa pasar ini biasanya buka dari jam 09.00 pagi sampai tengah malam dan pada hari-hari bulan puasa kegiatannya di rubah menjadi dari waku dzuhur sampai menjelang subuh. Barang-barang yang diperjual belikan tidak jauh beda dari hari-hari biasa. Hanya saja yang mencolok mata adalah geliat masyarakat yang sangat antusias bahkan dapat dikatakan sangat agresif untuk mendatangi pasar ini pada waktu malam. Sesuai dengan pengamatan, pasar ini menjadi lautan manusia dari jam 22.00 sampai jam 01.00. pada waktu ini jangan harap bisa bergerak dengan leluasa, karena disamping kanan, kiri, depan, dan belakang pasti ada orang. Hingga untuk dapat bergerak kedepan perlu perjuangan ekstra. Untung saja saya bertubuh kecil, hingga tidak terlalu repot untuk melewati orang-orang yang tinggi dan berat badannya rata-rata dua setengah kali lipat dari badan saya. Dan disaat itulah mata ini melihat anak kecil yang sedang meronta-meronta dan menangis tersedu karena kepengin dibelikan baju.

Deggg, perasan itu seketika muncul. Diawali dengan remang-remang  bayangan adik-adiku di desa, kemudian dengan bapak, simbok dan klipingan kehidupan yang menyertainya. Butir-butir bening menetes dari pelupuk mata tanpa dapat tertbendung.

Sebagai anak laki-laki tertua dalam keluarga, sudah sepantasnya akulah yang kini dapat dijadikan tumpuan ekonomi keluarga. Disamping statusku tidak dapat dikatakan sebagai seorang remaja lagi, uban di kepala ayahku juga sudah tidak dapat disembunyikan. Tapi, apa hendak dikata, untuk mengganjal perut saja aku masih mengandalkan uluran tangan dari keduanya.

Berbeda dengan acuan rata-rata keluarga di desa yang menitik beratkan pengarahan anak-anaknya terhadap kesejahteraan mereka di masa depan, baik dengan cara menyekolahkannya pada sekolah-sekolah yang nantinya dapat memberikan pekerjaan, atau dengan mengajarinya pekerjaan yang sudah turun menurun diwariskan oleh leluhur atau dengan merantau dan lain sebagainya, keluargaku tidak. Mereka hanya menuntut agar akujadi orang benar. Itu saja, tak lebih. Hal itu ku terjemahkan dengan sekolah dengan rajin dan sekolah diniyah pada sore hari dilanjutkan dengan mengaji al qur'an ba'da maghrib. Kegiatan rutin ini berlanjut hingga aku menamatkan sekolah menengah pertama.

Babak selanjutnya merupakan awal dari perjalanan berliku yang ku tempuh, dan factor utama atas ketidak mampuanku untuk sedikit meringankan beban ekonomi yag menghimpit keluarga. Pilihan pertama untuk melanjutkan jenjang pendidikanku adalah MAPK. Disamping bermaterikan pelajaran agama, sekolah ini juga membekali anak didiknya dengan pelajaran umum. Dengan komposisi pelajaran tersebut tidak menutup kemungkinan setelah tamat dari sekolah ini dapat meretas jalan menuju kemapanan ekonomi dimasa depan. Karena alumnus dari sekolah ini berkesempatan melanjutkan ke perguruan tinggi baik negri ataupun swasta, dan yang berprestasi malah dapat beasiswa ke luar negri. Setahuku dulu perguruan-perguruan tinggi yang mentereng, Al Azhar contohnya. Pandangan mereka terhadap kehidupanku di kemudian hari menggeser prioritas yang sedari semula tertanam. Dari yang semula cukup dengan menjadi orang yang benar, sekarang  bertambah dengan kemapanan di hari mendatang. Mungkin hal itu pengaruh dari hantaman krisis global dimasa itu dan factor-faktor lain yang mengubah pandangan mereka. Bersamaan dengan itu pula, harapan mereka harus kandas karena keterbatasan informasi dan akses menuju MAPK. Usaha mereka tidak serta merta harus berhenti. Niatan untuk menjadikanku seorang yang mempunyai bekal yang cukup dalam bidang umum dan agama mengantarkanku pada sebuah pesantren bahasa. Tapi, lagi-lagi taqdir tidak memuluskan langkahku. Perasaan selalu membuat repot terhadap kedua orang tua selalu menghantui, padahal mereka tidak keberatan harus menggelontorkan biaya demi pendidikanku. Mungkin ini imbas dari kelahiranku yang punya weton selasa wage yang menurut horoskop jawa punya sifat terlalu perasa. Ya.. aku memang selalu dihantui perasaan merepotkan keduanya. Mereka  selalu meyakinkanku agar terus meneruskan pendidikanku disana, akan tetapi perasaan itu selalu menghantuiku sehingga tanpa meminta ijin dari keduanya ku putuskan keluar. Ah,, suatu keputusan yang menenggelamkanku dalam rasa sesal berkepanjangan. Mereka sangat terpukul dengan keputusanku. Sehingga membiarkanku terlunta-lunta dalam kegelapan selama hampir dua tahun. Aku merasa asing di rumahku sendiri. Mereka tidak mau berbicara lagi. Hidup ini tersa sangat sepi. Aku pun menutup diri dari pergaulan. Untung saja Alloh masih berkenan menunjukan jalan yang lurus.