Jumat, 22 Oktober 2010

Ashfour Pusat Cenderamata Khas Mesir

Hari itu kami berlima dengan mengendarai Avanza (ditambah seorang supir yang juga teman kami) berkeliling mengunjungi tempat-tempat bersejarah di kota Kairo. Entah berapa puluh tempat yang dapat kami singgahi, karena di kota ini memang sangat kaya dengan peninggalan-peninggalan bersejarah.

kapal layar
kapal layar

Perjalanan dimulai dengan menjemput dua saudara kami yang datang ke Mesir selepas melaksanakan ibadah umroh. Maksudnya, dua saudara kami memilih travel yang menyediakan dua paket perjalanan, yaitu Umroh sekaligus melancong ke Mesir. Mereka berdua menginap di hotel Movenpick, dekat dengan kawasan Ahram (Pyramid).
Singkat cerita, setelah kami capek mengunjungi puluhan tempat bersejarah di sekitar kota Kairo (Insya Alloh akan saya tulis di lain kesempatan) perjalanan di teruskan ke tempat penjualan souvenir khas Mesir. Kalian tau apa nama tempat dan produk khas Mesir yang kekondangannya sudah melanglang ke seluruh penjuru dunia? Ya… Ashfour nama produk dan tempat penjualan cindera mata khas Mesir itu.

Ashfour merupakan Kristal alami yang diproduksi oleh Mesir semenjak tahun 1961 dengan berbagai bentuk dan ukuran. Anda dapat membelinya di swalayan yang husus menyediakan berbagai produk Ashfour. Tepatnya di daerah Al Marg. Sekitar 1 sampai 1,5 jam perjalanan dengan mobil dari Kairo.
Didalam swalayan yang menjual produk-produk ashfour kami melihat gambar proses pembuatan dan alat-alat yang digunakan untuk membuatnya. Kami juga dapat melihat ribuan sample produk Ashfour dari berbagai bentuk dan ukuran. Yang jelas cantik, antik dan sangat menarik.

Semua sample diletakan dalam lemari kaca dengan tujuan agar tidak ada tangan jail yang menjamahnya, juga dengan tujuan agar nampak lebih indah karena diberi penerangan yang sesuai dengan produk yang dipajang. Anda akan menemukan berbagai macam produk ashfour dari bentuk yang sangat sederhana sampai produk yang betul-betul sangat rumit dalam pengerjaannya. Kalau anda mau beli, anda cukup menuliskan kode produk dalam kertas yang sudah diberikan kepada setiap pengunjung dengan cara mencantumkan nomor deri produk. Jangan kuatir dengan penipuan…. Karena dalam setiap produk pasti mencantumkan harga, dan pastinya barang yang akan sampai ke tangan anda akan sesuai dengan yang dimaksud.
Untuk harga disesuaikan dengan produk, dimulai dengan harga 20 pound sampai yang mencapai puluhan ribu pound

 .

Diantara produk-produk yang dapat anda temukan meliputi berbagai macam bentuk perhiasan seperti anting, cincin, kalung, bros, jam tangan dll. Berbagai miniatur tempat bersejarah dan tempat beribadah, seperti Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha. Ada juga mahkota, lampu rumah dengan berbagai jenis dan ukuran, produk dengan desain kendaraan seperti sepeda, mobil, kapal terbang, kereta api, dan kapal laut, serta tak lupa berbagai pernak-pernik khas mesir dari masa Fir’aun. Ada baju raja dan permaisuri, mahkota, aksesoris para bangsawan dan lain sebagainya. Yang tentunya sangat menarik dan menakjubkan.

baju Fir'aun
baju Fir'aun
baju kebesaran
baju kebesaran

Setelah kami capek berkeliling memilah dan memilih produk yang sesuai dengan selera dan kantong kami, kami ahirnya memutuskan duduk sebentar didalam swalayan. Swalayan yang menjual produk ashfour memang sangat memperhatikan kepuasan dan kenyamanan pembeli. Tempatnya sangat rapi dan bersih. Tidak ada penjaga yang berlalu lalang sehingga kita bebas menetukan produk yang kita pilih. Kalau mau Tanya produk apapun penjaga stand dengan sopan dan cegatan menunjukannya. Pokonya anda dijamin betah berlama-lama disitu.
Tak kerasa dua setengah jam kami habiskan waktu disitu hanya untuk melihat-lihat kecantikan produk Ashfour. Sekarang waktunya membayar ke kasir.
Setelah membayar kami pun cabut.
Oh ya… bagi yang tidak ingin capek dan berepot-repot ria membawa barangnya ke rumah, takut kenapa-napa dijalan, pihak swalayan menyediakan jasa pengiriman barang lho…
Perlu dicatat, ashfour ini tempat langganan para pejabat dan diplomat dari berbagai Negara yang ingin memperoleh oleh-oleh khas Mesir, tak terkecuali para pejabat dan diplomat dari Negara kita. Kalau ada kunjungan ke Mesir sudah dapat dipastikan mereka akan memborongnya. Bahkan katanya dari pejabat kita ada yang memborong sampai dua truk. Hebat kan….

mengamati perhiasan. diatasnya lampu-lampu bergelantungan
mengamati perhiasan. diatasnya lampu-lampu bergelantungan

Selain dipasarkan didalam negri, ashfour juga telah merambah ke berbagai penjuru dunia. Diantaranya adalah Qatar, Saudy, Kuwait, Bahrain, Yordania, Syiria, Tunisia, Maroko, Libya, Libanon, Palestina (lampu utama dan aksesoris lain di Masjidil Aqsho merupakan produk ashfour), Brazil, Selandia baru, China, Kolombia, Jepang, Jerman, Singapura, Thailand dll.

Perlu diingat juga, bagi peminat produk ashfour yang tidak ingin ditipu, maka harus membelinya di swalayan tadi. Karena ada para penjaja ashfour juga diberbagai tempat wisata seperti di Khan El Khalily. Mereka biasanya menjual ashfour dengan harga yang lebih murah akan tetapi biasanya dicampur dengan ashfour palsu. Makanya berhati-hati dan teliti lah sebelum membeli.

Maaf photonya tidak terlalu baik, karena cuma menggunakan HP dengan kwalitas gambar pas-pasan.

Masjid Ground Zero Dilengkapi Kolam Renang Dan Fitnes Center

MASJID GROUND ZERO DILENGKAPI KOLAM RENANG DAN FITNES

google
google

Masih ingat tentang rencana pembangunan gedung Islamic center didekat tempat tragedy 11 September? Ya… Masjid Ground Zero namanya.

Syarif Jamal, pemilik ide pembanguanan masjid Ground Zero di Manhattan New York mengatakan bahwa masjid yang akan dibangunnya nanti akan dilengkapi dengan fasilitas kolam renang, fitness club, perpustakaan dan tempat wisata kuliner.
 
Pernyataan tersebut diungkapkan syarif dalam rangka meredam pro kontra akan rencana pembangunan gedung Islamic centre di dekat tempat tragedy 11 September.
Hal ini juga merupakan reaksi atas kegagalan yang dialami cordoba centre selaku penanggung jawab pelaksanaan proyek pembanguan gedung tersebut dalam berbagai acara dialog, baik informatika, politik atau perundang-undangan.

Kegeraman Syarif juga ia perlihatkan ketika diwawancarai oleh perwakilan Asosiasi pers. Ia menjelaskan bahwa Cordoba centre merupakan pengejawantahan dari pemikiran kontemporer akan aplikasi agama dalam kehidupan masa kini, baik dari Kristen, Islam atau Yahudi. Dengan tegas ia mengatakan bahwa orang-orang yang kontra dengan ide pembanguan Islamic center ini mungkin menyangka bahwa gedung yang akan ia bangun nanti akan mempunyai menara dan kubah, sebuah banguanan yang terasa sangat asing dalam pandangan penduduk Manhattan. Ini tidak benar sama sekali. Karena gedung yang akan ia bangun adalah sebuah gedung yang selaras dengan bentuk-bentuk bangunan di sekitarnya. Bentuknya indah, menarik, bearsitektur menawan dan mungkin malah bisa dikatakan bergaya sekuler dalam tanda kutip. Gedung ini tidak akan menampakan syiar-syiar islam.

Dalam rencananya, gedung ini akan dibangun setinggi 16 lantai dengan Cuma dua lantai yang akan dijadikan masjid dan pada salah satu lantai tertinggi akan dibangun prasasti bagi korban tragedy 11 September sehingga memungkinkan pemeluk kristiani dan yahudi dapat bebas mengunjunginya.

Dengan Niat Pahala Berlipat

Saya termasuk dalam golongan orang yang malas melaksanakan sholat isya di awal waktu. Akan tetapi saya tidak ingin penundaan sholat di awal waktu menjadikan satu kerugian. Tepatnya berkurangnya pahala tanpa ada hal lain yang dapat menambalnya, malah kalau bisa bukan saja menambal bolong-bolong pahala tersebut akan tetapi dapat menggaet pahala yang lebih besar dan lebih banyak.
Apa bisa?

Google
ilustrasi:Google

Sebenarnya mudah saja untuk mengganti kerugian tadi, tidak repot sama sekali, asalkan tahu cara-caranya. Dan yang paling penting, setiap dari kita dapat melakukannya. Pokoknya super mudah dan tidak perlu berepot-repot ria.

Begini caranya:
Pasang azam/niat untuk melaksanakan sholat (pokoknya jangan nyampe keluar dari waktu isya, masalahnya Kalau diniati melaksanakan sholat di luara waktu bisa berabe… bisa panjang urusannya). Hal ini untuk jaga-jaga kalau-kalau kita keburu dicabut. Kalau sudah niat kan kita dapat berdalih jika sewaktu-waktu ditanya sama petugas yang katanya punya mata sebesar kendil dan mempunyai gada yang kedahsyatannya ribuan kali diatas gadanya sang Bima. Wong sudah niat ini,,, salah siapa dicabut duluan????

Tidurlah barang beberapa menit (boleh nyampe jam2an yang penting tidak sampe keluar waktu) dengan diniati ibadah dan jangan lupa niat bangun untuk melaksanakann sholat isya, beserta sholat sunah qobliah, ba’diyah, solat tahajud dan sholat witir. Cuma dengan niat sodara-sodara, kita akan panen berapa pahala coba, pahala tidur, pahala sholat isya, pahala sholat tahajud, pahal sunah ba’diyah dan qobliyah, pahala witir, plus pahala yang bisa didapat dengan berbagai macam variasi dan super nikmat bagi yang mau melakukannya dan sudah punya medianya. Tapi jangan lupa, terlebih dahulu harus diniati ibadah, dan kalau bisa sebelum tidur juga diniati mau …. Kalau sudah diniati terlebih dahulu malah nanti dapat dobel ganjarannya.

Ah…!!! Bohong kali… masa Cuma dengan niat kita dapat panen pahala. Mana dalilnya??? (biasanya banyak yang suka tanyain dalil).

Pertama, kita sebagai manusia katanya diciptakan hanya melulu untuk beribadah kepada Alloh Sang Pencipta, bagaimana mungkin kita akan dapat melaksanakan ibadah (mahdoh) secara terus menerus, padahal kita punya kebutuhan hidup yang mau tidak mau harus dipenuhi dan juga punya kesibukan ini dan itu. Makanya sang pencipta yang nota benenya tidak mau mempersulit hambanya sama sekali membuat keputusan bahwa setiap gerak-gerik hambanya baik yang bersifat lahiriyah atau bathiniyah akan dikategorikan sebagai ibadah. Itu dengan catatan si hamba pandai-pandai mengatur niat. Masalahnya kalau tidak pandai mengatur niat, kegiatan-kegiatan yang labelnya ibadah dapat kosong dari predikat ibadah, begitu juga sebaliknya aktifitas remeh temeh yang kelihatannya bukan suatu kegiatan ibadah bisa bernilai ibadah, hal itu tergantung pada niatnya. “Kam Min Amalin Yatashowwaru Bishuroti A’mali dunya shoro min A’mali al Akhiroh bihusni niyat, wakam min amalin yatashowwaru bi shuroti a’amli al akhiroti fashoro min a’mali ad dunya bisuui an niyat”.
Contohnya: kita melaksanakan sholat, tapi dengan niat supaya kelihatan dimata umum sebagai orang yang taat menjalankan perintah agama, supaya dinilai ini dan anu, pamer dan yang sejenisnya, maka sholat tadi walaupun sebuah ibadah tidak dapat dikatakan ibadah lagi karena tercemari oleh niat yang jelek. Contoh dari perbuatan yang kelihatannya bukan ibadah dan dapt bernilai ibadah sangat banyak. Misalnya tidur, istirahat, belanja, mandi, piknik dll. Bahkan ML yang telah saya singgung diatas juga dapat bernilai ibadah, asalkan diniati dengan niat yang baik (ibadah).

Kedua, adalah hadits nabi yang berbunyi Innama Al A’malu bi an Niyat….. setiap perbuatan manusia akan digantungkan kepada niatnya. Sbetulnya hadits ini juga merupakan salah satu penjabaran dari ayat “Innama kholaqtu al jinna wa al insa illa liya’budun” yang telah diterangkan diatas.

Mengenai status hadits ini tidak ada ulama yang menyangsikan keshohihannya. Hadits ini termaktub dalam kutubu sittah dan kitab-kitab yang lain, kecuali dalam kitab Muwatho karangan Imam Malik. Dari keseluruhan para rowi menyatakan bahwa hadits ini merupakan salah satu hadits terpenting dalam islam. Imam Abu Ubaidah (W. 224 H.) mengatakan bahwa didalam hadits nabi tidak ada hadits yang lebih banyak bermanfaat dan kaya akan kandungan hukum ketimbang hadits ini. Imam Syafi’I, Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Ibnu Mahdy, Imam Ibnu Madiny, Imam Daru Quthny, Imam Abu Dawud dan Imam-imam yang lain mengtakan bahwa hadits ini mencakup sepertiga ilmu. Bahkan Imam Ahmad bin Hmnbal menyatakan bahwa hadits ini merupakan salah satu dari tiga hadits yang menjadi sumber dari segala hukum islam disamping hadits Man Ahdatsa Fi Marina….. dan hadits Al Halalu Bayyinun…. Dan masih banyak lagi komentar para ulama mengenai kedudukan hadits ini dalam sumber hukum islam.

Ketiga adalah hadits-hadits yang merupakan penjelas akan hadits diatas dan jumlahnya sangat banyak dengan berbagai macam redaksi dan perowi. Diantaranya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Nasai yang berbunyi ” Man ata firosyahu wahuwa yanwi an yaquma yusholi min al lail fagholabathu ‘ainuhu hatta yushbiha kutiba lahu ma nawa” artinya: siapa saja yang tidur diwaktu malam dengan terlebih dahulu meniatkan untuk bangun dimalam hari untuk melaksanakan sholat tahajud dan ternyata ia tidak bangun, maka ia akan mendapatkan pahala sama seperti ia melakukannya.

Dari hadits inilah saya menyimpulkan bahwa kalau kita malas melaksanakan sholat isya di awal waktu, maka kita bisa menebus kehilangan keutamaan sholat diawal waktu dengan cara yang telah tersebut diatas.

Akan tetapi saya tidak bermaksud untuk memprovokasi orang-orang yang rajin sholat di awal waktu agar menunda sholatnya, sama sekali tidak. Tulisan ini hanya bertujuan untuk mencari solusi bagi orang-orang yang kebetulan seperti saya agar
tidak terlalu mendapat kerugian. Itu saja, tidak lebih. Akhirnya selamat mencoba.

Pustaka:
Kutubu Sittah, Al ASybah Wa An Nadzoir Imam Suyuthy (911 H.)

Sandwich Terpanjang Di Dunia

Ternyata bukan bangsa kita saja yang gemar menciptakan rekor (MURI/Guinnes book) dalam hal makanan.
 
Rekor sandwich terpanjang di dunia terpecahkan setelah perusahaan Kraft bekerja sama dengan bulan sabit merah Uni Emirat Arab (Palang merah Islam) membuat sandwich dengan panjang 7662 meter di Dubai. Rekor sandwich terpanjang di dunia sebelumnya di torehkan oleh penduduk salah satu kota di Italia dengan panjang hanya 2000 meter.

Menurut Venessa Vasoco, kabag humas proyek ini mengatakan bahwa dalam pembuatannya sandwich ini menghabiskan lebih dari 1,5 ton mentega dan sayuran, yaitu dengan perincian lebih dari setengah ton mentega, 525 Kg. tomat dan 563 kg. mentimun dan minyak zaitun.
Sandwich terpanjang di dunia ini memakan waktu kurang lebih lima jam dalam pengerjaanya dengan dikerjakan oleh 200 tenaga kerja. Terhitung 10.000 potong sandwich tersaji dalam proyek ini. Setelah selesai, sandwich ini dibagikan kepada para pekerja dan orang-orang yang membutuhkan.

Direktur pelaksana perusahan Kraft mengatakan bahwa proyek ini merupakan salah satu bentuk kepedulian perusahaan dalam penaggulangan kelaparan di dunia.

Ahram
sandwich terpanjang di dunia Sumber:Ahram

Purwokerto, Markas Besar TNI Pertama

Hari ini tanggal 5 Oktober merupakan hari lahirnya Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau yang akrab ditelinga kita dengan ABRI dan sekarang dikenal dengan Tentara Nasional Indonesia.(TNI) Berkaitan dengan peringatan tersebut, saya ingin merefresh kembali memory tentang berdirinya angkatan bersenjata kita atau lebih tepatnya cikal bakal berdirinya dan tokoh-tokoh yang berperan dalam pendiriannya.

Google
sumber:Google

Alkisah pada tanggal 4 Oktober 1945, Mr. Amir Syarifudin sowan kepada wakil Presiden RI waktu itu yaitu bung Hatta di kediamannya jalan Showa Dori 57 ( Jalan Diponegoro 57) dengan membawa serta Didi Karsasasmita dengan tujuan memperkenalkan dirinya. Didi Karsasasmita merupakan opsir K.N.I.L. yang ditunjuk oleh teman-temanya untuk menyatakan penyerahan dirinya dan teman-temannya kepada Negara Indonesia.

Setelah terjadi pembicaraan antara ketiga orang tersebut, disepakati bahwa Didi Kartasasmita dan kawan-kawannnya diterima dengan senang hati oleh Bung Hatta untuk bergabung dengan Negara Indonesia dan langsung diterima menjadi anggota TKR. Oleh karena mereka sudah terikat dengan sumpahnya pada K.N.I.L , Bung Hatta menanyakan perihal sumpahnya tersebut, dan dijawab oleh Didi bahwa sumpah yang sudah terlanjur mereka ucapkan sewaktu menjadi anggota K.N.I.L akan mereka tanggung sendiri dan malahan apabila anggota K.N.I.L yang lain akan digunakan untuk alat menjajah Indonesia lagi mereka siap meladeni dimanapun dan kapanpun. Dan pada waktu itu juga Didi Kartasasmita meminta kepada Bung Hatta dapat menerima orang yang paling senior di K.N.I.L yaitu Mayor Urip sebagai bagian dari TKR. Tanpa pikir panjang Bung Hatta pun menerimanya dan meminta Mayor Urip untuk meneminya esok pagi di Pegangsaan Timur No. 56.

Esok paginya jam 08.30 Bung Hatta sudah berada di Pegangsaan Timur No. 56 untuk mengadakan pembicaraan dengan Mayor Urip. Tepat jam 10.00 Mayor Urip datang dengan disertai Gunadi, salah satu ajudan Presiden Soekarno.

Pembicaraan diawali dengan permintaan maaf Bung Hatta kepada Mayor Urip karena Presiden Soekarno tidak dapat menemuinya disebabkan sedang berada di Cianjur untuk menyelesaikan satu masalah. Beliau berangkat tadi pagi jam 08.00. dan memberi mandat kepada saya untuk mengambil tindakan yang dirasa perlu. Hal ini merupakan konsekwensi dari Dwi Tunggal yang memang sudah kami sepakati bersama. Kata Bung Hatta selanjutnya.
Mayor Urip mengatakan kepada Bung Hatta bahwa bekas opsir Indonesia di KNIL sudah sepakat untuk menyerahkan tenaga mereka kepada TKR. Gayung pun bersambut. Bung Hatta mengatakan bahwa bangsa Indonesia juga sedang membentuk TKR yang rencananya akan diambilkan dari tentara PETA. Klop sudah. Ahirnya terbentuklah TKR.

Mengingat TKR belum memiliki markas besar, maka masing-masing kesatuan diminta untuk mempertahankan satu wilayah Karisidenan, sembari menunggu keputusan penyusunan markas besar yang sesegera mungkin akan dilaksanakan. Pada waktu itu Bung Hatta secara langsung meminta kepada mayor Urip untuk menjadi kepala staf TKR dan memintanya untuk menentukan markas besar bagi TKR yang baru lahir. Mayor Urip bersedia memikul tanggung jawab yang dipanggulkan kepada beliau dan memutuskan PURWOKERTO sebagai markas besar TKR setelah Bung Hatta memintanya menentukan daerah mana yang pantas dijadikan markas besar dengan alasan kota ini berada di tengah-tengah kepulauan Indonesia. Selain itu juga Bung Hatta memberikan kuasa penuh kepada Mayor Urip untuk mengangkat opsir-opsir pembantunya dengan sarat mereka setidak-tidaknya adalah mantan opsir PETA dan KNIL.
Markas besar TKR hanya bertahan kira-kira seminggu di Purwokerto dan setelah itu dipindahkan ke Jogjakarta. Hal ini menimbang luas wilayah Purwokerto yang hanya kira-kira 100 KM persegi dan dianggap kurang baik bagi perkembangan TKR selanjutnya.
Begitulah sekelumit tentang sejarah pembentukan angkatan bersenjata kita. Semoga bermanfaat.

Disarikan dari buku MUHAMMAD HATTA memoir