Senin, 25 Oktober 2010

Adzan, Penanaman Nilai Dan Gangguan Makhluk Halus

Adzan yang lazimnya digunakan untuk memanggil kaum muslimin untuk sholat ternyata juga disunahkan di kumandangkan pada selain waktu sholat seperti ketika terjadi hujan disertai angin kencang, ketika ada bayi yang baru lahir, ketika seseorang akan bepergian (Termasuk didalamnya adzan yang dikumandangkan ketika pelepasan jenazah),  ketika ada hewan yang tiba-tiba menjadi liar, pada orang yang tak sadarkan diri, pada orang yang ketempelan jin,  dan untuk mengusir jin atau setan dari tempat-tempat bersarang mereka.


Disetiap kali penganjuran (kesunahan) pengumandangan adzan, Syari' pasti telah meyediakan manfaat dan hikmahnya, seperti sekelumit manfaat dan faidah yang coba saya tulis di bawah ini.

Pengumandangan adzan ketika hujan disertai angin kencang bertujuan untuk meminta perlindungan dari Alloh SWT agar penurunan hujan tersebut merupakan siraman rahmat bukan siraman dari Alloh yang mendatangkan musibah. Tak terkecuali dengan pengumandangan adzan pada telinga kanan bayi yang baru lahir, hal itu bukan suatu perbuatan yang tidak berfaidah, menurut beliau nabi kita dan para ulama salafu sholih juga diperkuat dengan  penelitian para ahli psikologis jaman sekarang, pengumandangan adzan pada bayi yang baru lahir akan sangat berpengaruh/berdampak besar bagi perkembangan kejiwaan si bayi di kemudian hari. Mengapa? Karena hal yang pertama kali didengar oleh jabang bayi akan selalu terpatri dalam jiwanya, kalau hal yang pertama kali didengar adalah tentang Tuhan dan Nabinya serta ajaran Menyangkut keseimbangan dalam bergaul dengan mahluk (manusia dan alam sekitar termasuk hewan dan tumbuhan) dan Tuhan serta berusaha mencapai kebahagian dunia dan akhirat yang terwakili oleh Hayya 'Ala Sholah dan Hayya "ala Al Falah, maka dalam kehidupannya nanti diharapkan si jabang bayi dapat mengamalkan hal yang pertama kali didengarnya itu dan mengejawantahkan dalam kehidupan sehari-harinya.

Telah saya singgung di atas bahwa adzan juga dapat digunakan (Mempunyai manfaat/faidah) untuk mengusir makhluk halus. Dan disini saya akan menceritakan pengalaman mistik yang telah dua kali saya alami, yaitu pada tahun 2004 dan 2009.

Pada waktu itu pamanku yang baru saja pindah rumah dan punya bayi yang berumur satu tahun mengeluh dengan keadaan anaknya. Dia bilang dalam spuluh hari terahir ini dia dan istrinya tidak dapat tidur, karena anaknya selalu menangis tak henti-henti pada waktu malam dan sering kali dengan meronta-ronta dan pandangan mata melotot mendelik. Dia kira anaknya terkena penyakit, jadi setelah satu hari anaknya seperti itu dia bawa ke dokter. Upaya membawanya ke dokter tidak membawa hasil, bahkan keadaan anaknya kini lebih parah, si bayi sering menangis dengan tiba-tiba dengan suara yang langsung menjerit disertai dengan mata mendelik dan sesenggukan. Dia ahirnya membawa anaknya ke dokter lagi untuk diperiksa. Dokter bilang anaknya tidak apa-apa, tidak ada gangguan medis. Paman saya mengatakan keadaan anaknya selama ini, seperti si bayi yang tiba-tiba mendelik-mendelik dan menangis dari maghrib sampai subuh. Bu dokter memberikan resep. Kayaknya dalam resep itu ada obat tidur dan penenangnya. Saya tidak tahu, yang pasti setelah diberi obat dari bu bokter dalam dua hari anak itu bisa tidur. Tapi kebiasaan mendelik-mendelik dan nangis tiba-tiba belum hilang. Malah setelah obat dari bu dokter habis anak itu kembali kepada keadaan semula.
Pamanku tak habis mengerti dengan keadaan ini. Dia akhirnya memintaku agar memberi jalan keluar. Pikiran yang kalut membuatnya tidak dapat berpikir dengan jernih. "Sudah…. Jalan apa saja yang penting anaku bisa sembuh" katanya padaku.

Melihat cerita paman yang katanya sudah membawa anaknya ke dokter dan dibilang tidak ada gangguan medis, aku jadi agak curiga dengan rumah barunya. Aku tanyakan kepada para sesepuh daerah itu. Kata para sesepuh memang tanah yang digunakan membangun rumah itu terkenal angker, bahkan sering terjadi kejadian-kejadian aneh di tempat itu. Dan baru satu minggu yang lalu ada seorang remaja yang baru pulang dari rumah neneknya pada jam sepuluh malam melihat sosok perempuan memakai kain putih berambut panjang berdiri dibawah lampu penerangan jalan yang berada di depan rumah agak menyamping ke kiri.

Berangkat dari sini saya berkesimpulan bahwa keadaan anak paman saya ada kaitannya dengan gangguan makhluk halus.

Saya merencanakan akan mengumandangkan adzan di pojok rumah, tempat dimana  beberapa hari yang lalu seorang pemuda berkesempatan melihat kunthilanak disitu dengan ketentuan waktu sekitar jam 02.00 dinihari. Sebenarnya tidak ada juklak yang mengharuskan pada jam segitu sih.. hanya saja, katanya pada jam segitu para dedemit dan mahluk halus akan pulang ke rumah setelah jalan-jalan dan ngelayab yang biasanya dimulai pada waktu maghrib. Hal ini juga memandang akan waktu ijabah yaitu spertiga malam yang akhir.

Dengan agak-agak takut dan merinding ku datangi tempat itu. Jam menunjukan jam 02.10. suara gemerisik pohon bambo yang ditiup angin semakin menyiutkan nyaliku. Tapi ku kuatkan keyakinanku bahwa apapun yang terjadi aku harus melakukannya.

 Setelah adzan selesai tiba-tiba gemuruh angin menuju ke arahku. Pohon-pohon bambu yang berada di depanku seakan mau menyalamiku. Hatiku gentar, tapi kupaksakan tetap berada disitu. Akhirnya angin itu reda. Al hamdu lillah… aku tidak melihatnya!!!!

Bagaimana dengan keadaan si bayi? Al hamdu lillah setelah kejadian malam itu, keadaan si bayi berangsur-angsur membaik dan ahirnya sehat seperti sedia kala.

Bi Qudrotillah…

Kesunahan dan manfaat Adzan

I'anah, Bujairomi, Kutub syafi'iyah yang lain dan Ahadiits Nabi

Jumat, 22 Oktober 2010

Pengrajin Gula Kelapa Siapa Peduli Nasib Mereka

Tulisan Ini merupakan obrolan antara saya dan salah seorang teman di Leiden Belanda ketika saya memposting gambar rutinitas penderes (pengrajin gula kelapa) sekitar sebulan yang lalu di jejaring Facebook. Kegiatan yang merupakan mata pencaharian utama di daerah kami ini (Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah) sekarang sudah jarang dilakukan. Mereka lebih memilih menjadi buruh di kota-kota besar ketimbang harus melakoni profesi yang sudah turun temurun dilakukan oleh nenek moyang mereka. Hal ini terpaksa mereka lakukan karena profesi sebagai penderes tidak lagi dapat dijadikan sandaran hidup. Ya.. walaupun ada juga yang masih tetap bertahan. 

pongkor dan sabit merupakan alat utama dalam pengambilan nira
pongkor dan sabit merupakan alat utama dalam pengambilan nira
Teman: 

Kang, profesi ini sudah mulai banyak ditinggalkan masyarakat Cilongok. mereka lebih banyak memilih untuk pergi ke kota2 besar dan menjadi buruh2 bangunan, buruh pabrik dan tenaga rumah tangga. Salah satu dampak negatif industrialisasi dan juga ketidakbecusan pemerintah memperhatikan nasib ekonomi pelaku sektor ini. Prihatin

Saya:
 Bener banget,, tapi memang mereka tidak bisa disalahkan seratus persen, karena dengan menjadi penderes kebutuhan primer mereka sulit terpenuhi. Apalagi dengan biaya pendidikan, kesehatan, dan tetek bengek yang semakin hari semakin membubung. Prihatin,,,

Teman:
Mereka memang tidak salah, yang salah itu pihak yang punya wewenang mengatur harga gula (yang menjadi sandaran hidup para penderes) dan menjaga stabilitasnya. Maksudnya harga gula harus rasional untuk bisa mencukupi (atau paling tidak secara signifikan bisa menambah pendapatan bagi yang profesi utamanya adalah petani sawah) kebutuhan dasar yang juga ditentukan oleh pemerintah seperti harga sembako, biaya pendidikan, kesehatan dll. Maksudnya pemerintah daerahpun sebenarnya mampu memperbaiki nasib mereka, karena aku pernah baca di sebuah hasil riset bahwa Cilongok adalah produsen gula jawa yang cukup besar lho….

pengambilan nira dilakukan secara rutin dua kali dalam sehari
pengambilan nira dilakukan secara rutin dua kali dalam sehari

Saya:
Sejauh ini, usaha pemerintah dalam menaikkan taraf hidup para penderes baru sebatas wacana. Janji-janji yang dilontarkan juga sebatas janji. Harga gula masih di pegang para cukong. Pendirian koperasi dalam rangka menyetabilkan harga dan memperbaiki taraf hidup mereka ternyata tidak berhasil, karena harga penjualan ke cukong lebih tinggi dibandingkan dengan menjualnya ke koperasi, walau dengan resiko pada saat-saat tertentu harga bisa turun drastis.

Sekitar setahun yang lalu ada usulan untuk pemberian santunan bagi penderes yang mengalami kecelakaan diwaktu menderes, baik yang luka ringan, luka berat, cacat seumur hidup atau meninggal, dan alhamdulillah dapat di setujui. Akan tetapi yang jadi pertanyaan: “Apakah itu dapat berlangsung seterusnya?”.

Cilongok merupakan produsen gula jawa yang cukup besar, akan tetapi gula jawa dari Cilongok tidak dapat menembus pasar nasional, paling banter antar daerah dalam satu propinsi, itupun dengan memberi label “gula Wangon”, karena gula Cilongok sudah terlanjur punya citra jelek. Hal itu sebenarnya kesalahan oknum produsen yang biasanya memasukan ampas, munthul dsb pada waktu pengolahan ketika harga gula sedang tinggi. Akhirnya gula Cilongok hanya mampu didistribusikan ke pabrik2 kecap.

Teman:
Iya.. aku lihat sendiri di desaku bagaimana cukong-cukong lokal itu bisa mempermainkan harga dengan enaknya. Adakah semacam LSM atau pendamping petani gula di Cilongok? NU juga seharusnya ikut berperan memperjuangkan nasib mereka karena sepertinya sebagian besar dari mereka kan warga Nahdliyyin juga. kalau penderes tidak didampingi dan mereka berjuang sendiri sepertinya tidak akan ada perubahan berarti.
wah ngeri juga kalo membayangkan masa depan Cilongok, wit2 klapa ditegori didol nggo gawe penglari, otomatis ora bisa nderes maning, akhire mending pada ngode dadi buruh lan kuli neng Jakarta. Pirang taun maning wit klapa arep langka. padahal sekolah lan cita-cita dadi pegawai pun mahal dan susah.

proses ahir pembuatan gula kelapa, yaitu dengan mencetaknya dalam tabung bambu.
proses ahir pembuatan gula kelapa, yaitu dengan mencetaknya dalam tabung bambu.

Saya:
Masalah ini kayaknya sebuah masalah yang kelihatannya sudah tidak dipermasalahkan lagi, ibarate wis ndadrah. Sudah terlanjur mendarah daging dan ahirnya oleh lembaga2 yang seharusnya menangani belum atau tidak mau menangani (semoga hal ini hanya persangkaanku saja).

NU? bukan seharusnya lg bg NU, tapi FARIDOH bagi NU untuk berperan serta memperjuangkan nasib mereka, karena sebagian besar dari mereka memang warga NU dan NU yang notabenenya lembaga sosial kemasyarakatan bertanggung jawab atas semboyan Kaada al faqru an yakuna kufron, tapi lagi2 belum pernah kita dengar dan rasakan sumabangsih darinya. Selama ini mereka diakui sebagai warga NU sebatas dalam perekrutan suara dalam pilpres, pileg, pilgub, pilbup dan pil-pil lain, setelah itu habis manis sepah dibuang. Mereka selalu dan selalu Di bodohi oleh yang terhormat para calon anggota dewan dan calon pejabat. Tragisssssss!!!!! eh,, dadi ngrasani,, kayane angger kon ngrasani sedina urung rampung, he..he..he..


Dan Faridoh nya dobel bagi anggota legislative yang selalu menebarkan janji-janji manis kepada para penderes, janji ini dan itu. Sayangnya setelah meraup suara besar dari para penderes, mereka juga seakan terbuai dengan kursi empuknya.

pokoke wallohu a’lam…….
entah bagiamana nasib mereka, nasib kita juga, orang-orang yang menyandarkan hidup dari gula kelapa

Proses Awal pembuatan kelapa. Nira dimasukan dalam Wajan besar dan diberi pengapian selam7-8 jam.
Proses Awal pembuatan gula kelapa. Nira dimasukan dalam Wajan besar dan diberi pengapian selam7-8 jam.

Ashfour Pusat Cenderamata Khas Mesir

Hari itu kami berlima dengan mengendarai Avanza (ditambah seorang supir yang juga teman kami) berkeliling mengunjungi tempat-tempat bersejarah di kota Kairo. Entah berapa puluh tempat yang dapat kami singgahi, karena di kota ini memang sangat kaya dengan peninggalan-peninggalan bersejarah.

kapal layar
kapal layar

Perjalanan dimulai dengan menjemput dua saudara kami yang datang ke Mesir selepas melaksanakan ibadah umroh. Maksudnya, dua saudara kami memilih travel yang menyediakan dua paket perjalanan, yaitu Umroh sekaligus melancong ke Mesir. Mereka berdua menginap di hotel Movenpick, dekat dengan kawasan Ahram (Pyramid).
Singkat cerita, setelah kami capek mengunjungi puluhan tempat bersejarah di sekitar kota Kairo (Insya Alloh akan saya tulis di lain kesempatan) perjalanan di teruskan ke tempat penjualan souvenir khas Mesir. Kalian tau apa nama tempat dan produk khas Mesir yang kekondangannya sudah melanglang ke seluruh penjuru dunia? Ya… Ashfour nama produk dan tempat penjualan cindera mata khas Mesir itu.

Ashfour merupakan Kristal alami yang diproduksi oleh Mesir semenjak tahun 1961 dengan berbagai bentuk dan ukuran. Anda dapat membelinya di swalayan yang husus menyediakan berbagai produk Ashfour. Tepatnya di daerah Al Marg. Sekitar 1 sampai 1,5 jam perjalanan dengan mobil dari Kairo.
Didalam swalayan yang menjual produk-produk ashfour kami melihat gambar proses pembuatan dan alat-alat yang digunakan untuk membuatnya. Kami juga dapat melihat ribuan sample produk Ashfour dari berbagai bentuk dan ukuran. Yang jelas cantik, antik dan sangat menarik.

Semua sample diletakan dalam lemari kaca dengan tujuan agar tidak ada tangan jail yang menjamahnya, juga dengan tujuan agar nampak lebih indah karena diberi penerangan yang sesuai dengan produk yang dipajang. Anda akan menemukan berbagai macam produk ashfour dari bentuk yang sangat sederhana sampai produk yang betul-betul sangat rumit dalam pengerjaannya. Kalau anda mau beli, anda cukup menuliskan kode produk dalam kertas yang sudah diberikan kepada setiap pengunjung dengan cara mencantumkan nomor deri produk. Jangan kuatir dengan penipuan…. Karena dalam setiap produk pasti mencantumkan harga, dan pastinya barang yang akan sampai ke tangan anda akan sesuai dengan yang dimaksud.
Untuk harga disesuaikan dengan produk, dimulai dengan harga 20 pound sampai yang mencapai puluhan ribu pound

 .

Diantara produk-produk yang dapat anda temukan meliputi berbagai macam bentuk perhiasan seperti anting, cincin, kalung, bros, jam tangan dll. Berbagai miniatur tempat bersejarah dan tempat beribadah, seperti Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha. Ada juga mahkota, lampu rumah dengan berbagai jenis dan ukuran, produk dengan desain kendaraan seperti sepeda, mobil, kapal terbang, kereta api, dan kapal laut, serta tak lupa berbagai pernak-pernik khas mesir dari masa Fir’aun. Ada baju raja dan permaisuri, mahkota, aksesoris para bangsawan dan lain sebagainya. Yang tentunya sangat menarik dan menakjubkan.

baju Fir'aun
baju Fir'aun
baju kebesaran
baju kebesaran

Setelah kami capek berkeliling memilah dan memilih produk yang sesuai dengan selera dan kantong kami, kami ahirnya memutuskan duduk sebentar didalam swalayan. Swalayan yang menjual produk ashfour memang sangat memperhatikan kepuasan dan kenyamanan pembeli. Tempatnya sangat rapi dan bersih. Tidak ada penjaga yang berlalu lalang sehingga kita bebas menetukan produk yang kita pilih. Kalau mau Tanya produk apapun penjaga stand dengan sopan dan cegatan menunjukannya. Pokonya anda dijamin betah berlama-lama disitu.
Tak kerasa dua setengah jam kami habiskan waktu disitu hanya untuk melihat-lihat kecantikan produk Ashfour. Sekarang waktunya membayar ke kasir.
Setelah membayar kami pun cabut.
Oh ya… bagi yang tidak ingin capek dan berepot-repot ria membawa barangnya ke rumah, takut kenapa-napa dijalan, pihak swalayan menyediakan jasa pengiriman barang lho…
Perlu dicatat, ashfour ini tempat langganan para pejabat dan diplomat dari berbagai Negara yang ingin memperoleh oleh-oleh khas Mesir, tak terkecuali para pejabat dan diplomat dari Negara kita. Kalau ada kunjungan ke Mesir sudah dapat dipastikan mereka akan memborongnya. Bahkan katanya dari pejabat kita ada yang memborong sampai dua truk. Hebat kan….

mengamati perhiasan. diatasnya lampu-lampu bergelantungan
mengamati perhiasan. diatasnya lampu-lampu bergelantungan

Selain dipasarkan didalam negri, ashfour juga telah merambah ke berbagai penjuru dunia. Diantaranya adalah Qatar, Saudy, Kuwait, Bahrain, Yordania, Syiria, Tunisia, Maroko, Libya, Libanon, Palestina (lampu utama dan aksesoris lain di Masjidil Aqsho merupakan produk ashfour), Brazil, Selandia baru, China, Kolombia, Jepang, Jerman, Singapura, Thailand dll.

Perlu diingat juga, bagi peminat produk ashfour yang tidak ingin ditipu, maka harus membelinya di swalayan tadi. Karena ada para penjaja ashfour juga diberbagai tempat wisata seperti di Khan El Khalily. Mereka biasanya menjual ashfour dengan harga yang lebih murah akan tetapi biasanya dicampur dengan ashfour palsu. Makanya berhati-hati dan teliti lah sebelum membeli.

Maaf photonya tidak terlalu baik, karena cuma menggunakan HP dengan kwalitas gambar pas-pasan.

Masjid Ground Zero Dilengkapi Kolam Renang Dan Fitnes Center

MASJID GROUND ZERO DILENGKAPI KOLAM RENANG DAN FITNES

google
google

Masih ingat tentang rencana pembangunan gedung Islamic center didekat tempat tragedy 11 September? Ya… Masjid Ground Zero namanya.

Syarif Jamal, pemilik ide pembanguanan masjid Ground Zero di Manhattan New York mengatakan bahwa masjid yang akan dibangunnya nanti akan dilengkapi dengan fasilitas kolam renang, fitness club, perpustakaan dan tempat wisata kuliner.
 
Pernyataan tersebut diungkapkan syarif dalam rangka meredam pro kontra akan rencana pembangunan gedung Islamic centre di dekat tempat tragedy 11 September.
Hal ini juga merupakan reaksi atas kegagalan yang dialami cordoba centre selaku penanggung jawab pelaksanaan proyek pembanguan gedung tersebut dalam berbagai acara dialog, baik informatika, politik atau perundang-undangan.

Kegeraman Syarif juga ia perlihatkan ketika diwawancarai oleh perwakilan Asosiasi pers. Ia menjelaskan bahwa Cordoba centre merupakan pengejawantahan dari pemikiran kontemporer akan aplikasi agama dalam kehidupan masa kini, baik dari Kristen, Islam atau Yahudi. Dengan tegas ia mengatakan bahwa orang-orang yang kontra dengan ide pembanguan Islamic center ini mungkin menyangka bahwa gedung yang akan ia bangun nanti akan mempunyai menara dan kubah, sebuah banguanan yang terasa sangat asing dalam pandangan penduduk Manhattan. Ini tidak benar sama sekali. Karena gedung yang akan ia bangun adalah sebuah gedung yang selaras dengan bentuk-bentuk bangunan di sekitarnya. Bentuknya indah, menarik, bearsitektur menawan dan mungkin malah bisa dikatakan bergaya sekuler dalam tanda kutip. Gedung ini tidak akan menampakan syiar-syiar islam.

Dalam rencananya, gedung ini akan dibangun setinggi 16 lantai dengan Cuma dua lantai yang akan dijadikan masjid dan pada salah satu lantai tertinggi akan dibangun prasasti bagi korban tragedy 11 September sehingga memungkinkan pemeluk kristiani dan yahudi dapat bebas mengunjunginya.

Dengan Niat Pahala Berlipat

Saya termasuk dalam golongan orang yang malas melaksanakan sholat isya di awal waktu. Akan tetapi saya tidak ingin penundaan sholat di awal waktu menjadikan satu kerugian. Tepatnya berkurangnya pahala tanpa ada hal lain yang dapat menambalnya, malah kalau bisa bukan saja menambal bolong-bolong pahala tersebut akan tetapi dapat menggaet pahala yang lebih besar dan lebih banyak.
Apa bisa?

Google
ilustrasi:Google

Sebenarnya mudah saja untuk mengganti kerugian tadi, tidak repot sama sekali, asalkan tahu cara-caranya. Dan yang paling penting, setiap dari kita dapat melakukannya. Pokoknya super mudah dan tidak perlu berepot-repot ria.

Begini caranya:
Pasang azam/niat untuk melaksanakan sholat (pokoknya jangan nyampe keluar dari waktu isya, masalahnya Kalau diniati melaksanakan sholat di luara waktu bisa berabe… bisa panjang urusannya). Hal ini untuk jaga-jaga kalau-kalau kita keburu dicabut. Kalau sudah niat kan kita dapat berdalih jika sewaktu-waktu ditanya sama petugas yang katanya punya mata sebesar kendil dan mempunyai gada yang kedahsyatannya ribuan kali diatas gadanya sang Bima. Wong sudah niat ini,,, salah siapa dicabut duluan????

Tidurlah barang beberapa menit (boleh nyampe jam2an yang penting tidak sampe keluar waktu) dengan diniati ibadah dan jangan lupa niat bangun untuk melaksanakann sholat isya, beserta sholat sunah qobliah, ba’diyah, solat tahajud dan sholat witir. Cuma dengan niat sodara-sodara, kita akan panen berapa pahala coba, pahala tidur, pahala sholat isya, pahala sholat tahajud, pahal sunah ba’diyah dan qobliyah, pahala witir, plus pahala yang bisa didapat dengan berbagai macam variasi dan super nikmat bagi yang mau melakukannya dan sudah punya medianya. Tapi jangan lupa, terlebih dahulu harus diniati ibadah, dan kalau bisa sebelum tidur juga diniati mau …. Kalau sudah diniati terlebih dahulu malah nanti dapat dobel ganjarannya.

Ah…!!! Bohong kali… masa Cuma dengan niat kita dapat panen pahala. Mana dalilnya??? (biasanya banyak yang suka tanyain dalil).

Pertama, kita sebagai manusia katanya diciptakan hanya melulu untuk beribadah kepada Alloh Sang Pencipta, bagaimana mungkin kita akan dapat melaksanakan ibadah (mahdoh) secara terus menerus, padahal kita punya kebutuhan hidup yang mau tidak mau harus dipenuhi dan juga punya kesibukan ini dan itu. Makanya sang pencipta yang nota benenya tidak mau mempersulit hambanya sama sekali membuat keputusan bahwa setiap gerak-gerik hambanya baik yang bersifat lahiriyah atau bathiniyah akan dikategorikan sebagai ibadah. Itu dengan catatan si hamba pandai-pandai mengatur niat. Masalahnya kalau tidak pandai mengatur niat, kegiatan-kegiatan yang labelnya ibadah dapat kosong dari predikat ibadah, begitu juga sebaliknya aktifitas remeh temeh yang kelihatannya bukan suatu kegiatan ibadah bisa bernilai ibadah, hal itu tergantung pada niatnya. “Kam Min Amalin Yatashowwaru Bishuroti A’mali dunya shoro min A’mali al Akhiroh bihusni niyat, wakam min amalin yatashowwaru bi shuroti a’amli al akhiroti fashoro min a’mali ad dunya bisuui an niyat”.
Contohnya: kita melaksanakan sholat, tapi dengan niat supaya kelihatan dimata umum sebagai orang yang taat menjalankan perintah agama, supaya dinilai ini dan anu, pamer dan yang sejenisnya, maka sholat tadi walaupun sebuah ibadah tidak dapat dikatakan ibadah lagi karena tercemari oleh niat yang jelek. Contoh dari perbuatan yang kelihatannya bukan ibadah dan dapt bernilai ibadah sangat banyak. Misalnya tidur, istirahat, belanja, mandi, piknik dll. Bahkan ML yang telah saya singgung diatas juga dapat bernilai ibadah, asalkan diniati dengan niat yang baik (ibadah).

Kedua, adalah hadits nabi yang berbunyi Innama Al A’malu bi an Niyat….. setiap perbuatan manusia akan digantungkan kepada niatnya. Sbetulnya hadits ini juga merupakan salah satu penjabaran dari ayat “Innama kholaqtu al jinna wa al insa illa liya’budun” yang telah diterangkan diatas.

Mengenai status hadits ini tidak ada ulama yang menyangsikan keshohihannya. Hadits ini termaktub dalam kutubu sittah dan kitab-kitab yang lain, kecuali dalam kitab Muwatho karangan Imam Malik. Dari keseluruhan para rowi menyatakan bahwa hadits ini merupakan salah satu hadits terpenting dalam islam. Imam Abu Ubaidah (W. 224 H.) mengatakan bahwa didalam hadits nabi tidak ada hadits yang lebih banyak bermanfaat dan kaya akan kandungan hukum ketimbang hadits ini. Imam Syafi’I, Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Ibnu Mahdy, Imam Ibnu Madiny, Imam Daru Quthny, Imam Abu Dawud dan Imam-imam yang lain mengtakan bahwa hadits ini mencakup sepertiga ilmu. Bahkan Imam Ahmad bin Hmnbal menyatakan bahwa hadits ini merupakan salah satu dari tiga hadits yang menjadi sumber dari segala hukum islam disamping hadits Man Ahdatsa Fi Marina….. dan hadits Al Halalu Bayyinun…. Dan masih banyak lagi komentar para ulama mengenai kedudukan hadits ini dalam sumber hukum islam.

Ketiga adalah hadits-hadits yang merupakan penjelas akan hadits diatas dan jumlahnya sangat banyak dengan berbagai macam redaksi dan perowi. Diantaranya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Nasai yang berbunyi ” Man ata firosyahu wahuwa yanwi an yaquma yusholi min al lail fagholabathu ‘ainuhu hatta yushbiha kutiba lahu ma nawa” artinya: siapa saja yang tidur diwaktu malam dengan terlebih dahulu meniatkan untuk bangun dimalam hari untuk melaksanakan sholat tahajud dan ternyata ia tidak bangun, maka ia akan mendapatkan pahala sama seperti ia melakukannya.

Dari hadits inilah saya menyimpulkan bahwa kalau kita malas melaksanakan sholat isya di awal waktu, maka kita bisa menebus kehilangan keutamaan sholat diawal waktu dengan cara yang telah tersebut diatas.

Akan tetapi saya tidak bermaksud untuk memprovokasi orang-orang yang rajin sholat di awal waktu agar menunda sholatnya, sama sekali tidak. Tulisan ini hanya bertujuan untuk mencari solusi bagi orang-orang yang kebetulan seperti saya agar
tidak terlalu mendapat kerugian. Itu saja, tidak lebih. Akhirnya selamat mencoba.

Pustaka:
Kutubu Sittah, Al ASybah Wa An Nadzoir Imam Suyuthy (911 H.)

Sandwich Terpanjang Di Dunia

Ternyata bukan bangsa kita saja yang gemar menciptakan rekor (MURI/Guinnes book) dalam hal makanan.
 
Rekor sandwich terpanjang di dunia terpecahkan setelah perusahaan Kraft bekerja sama dengan bulan sabit merah Uni Emirat Arab (Palang merah Islam) membuat sandwich dengan panjang 7662 meter di Dubai. Rekor sandwich terpanjang di dunia sebelumnya di torehkan oleh penduduk salah satu kota di Italia dengan panjang hanya 2000 meter.

Menurut Venessa Vasoco, kabag humas proyek ini mengatakan bahwa dalam pembuatannya sandwich ini menghabiskan lebih dari 1,5 ton mentega dan sayuran, yaitu dengan perincian lebih dari setengah ton mentega, 525 Kg. tomat dan 563 kg. mentimun dan minyak zaitun.
Sandwich terpanjang di dunia ini memakan waktu kurang lebih lima jam dalam pengerjaanya dengan dikerjakan oleh 200 tenaga kerja. Terhitung 10.000 potong sandwich tersaji dalam proyek ini. Setelah selesai, sandwich ini dibagikan kepada para pekerja dan orang-orang yang membutuhkan.

Direktur pelaksana perusahan Kraft mengatakan bahwa proyek ini merupakan salah satu bentuk kepedulian perusahaan dalam penaggulangan kelaparan di dunia.

Ahram
sandwich terpanjang di dunia Sumber:Ahram

Purwokerto, Markas Besar TNI Pertama

Hari ini tanggal 5 Oktober merupakan hari lahirnya Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau yang akrab ditelinga kita dengan ABRI dan sekarang dikenal dengan Tentara Nasional Indonesia.(TNI) Berkaitan dengan peringatan tersebut, saya ingin merefresh kembali memory tentang berdirinya angkatan bersenjata kita atau lebih tepatnya cikal bakal berdirinya dan tokoh-tokoh yang berperan dalam pendiriannya.

Google
sumber:Google

Alkisah pada tanggal 4 Oktober 1945, Mr. Amir Syarifudin sowan kepada wakil Presiden RI waktu itu yaitu bung Hatta di kediamannya jalan Showa Dori 57 ( Jalan Diponegoro 57) dengan membawa serta Didi Karsasasmita dengan tujuan memperkenalkan dirinya. Didi Karsasasmita merupakan opsir K.N.I.L. yang ditunjuk oleh teman-temanya untuk menyatakan penyerahan dirinya dan teman-temannya kepada Negara Indonesia.

Setelah terjadi pembicaraan antara ketiga orang tersebut, disepakati bahwa Didi Kartasasmita dan kawan-kawannnya diterima dengan senang hati oleh Bung Hatta untuk bergabung dengan Negara Indonesia dan langsung diterima menjadi anggota TKR. Oleh karena mereka sudah terikat dengan sumpahnya pada K.N.I.L , Bung Hatta menanyakan perihal sumpahnya tersebut, dan dijawab oleh Didi bahwa sumpah yang sudah terlanjur mereka ucapkan sewaktu menjadi anggota K.N.I.L akan mereka tanggung sendiri dan malahan apabila anggota K.N.I.L yang lain akan digunakan untuk alat menjajah Indonesia lagi mereka siap meladeni dimanapun dan kapanpun. Dan pada waktu itu juga Didi Kartasasmita meminta kepada Bung Hatta dapat menerima orang yang paling senior di K.N.I.L yaitu Mayor Urip sebagai bagian dari TKR. Tanpa pikir panjang Bung Hatta pun menerimanya dan meminta Mayor Urip untuk meneminya esok pagi di Pegangsaan Timur No. 56.

Esok paginya jam 08.30 Bung Hatta sudah berada di Pegangsaan Timur No. 56 untuk mengadakan pembicaraan dengan Mayor Urip. Tepat jam 10.00 Mayor Urip datang dengan disertai Gunadi, salah satu ajudan Presiden Soekarno.

Pembicaraan diawali dengan permintaan maaf Bung Hatta kepada Mayor Urip karena Presiden Soekarno tidak dapat menemuinya disebabkan sedang berada di Cianjur untuk menyelesaikan satu masalah. Beliau berangkat tadi pagi jam 08.00. dan memberi mandat kepada saya untuk mengambil tindakan yang dirasa perlu. Hal ini merupakan konsekwensi dari Dwi Tunggal yang memang sudah kami sepakati bersama. Kata Bung Hatta selanjutnya.
Mayor Urip mengatakan kepada Bung Hatta bahwa bekas opsir Indonesia di KNIL sudah sepakat untuk menyerahkan tenaga mereka kepada TKR. Gayung pun bersambut. Bung Hatta mengatakan bahwa bangsa Indonesia juga sedang membentuk TKR yang rencananya akan diambilkan dari tentara PETA. Klop sudah. Ahirnya terbentuklah TKR.

Mengingat TKR belum memiliki markas besar, maka masing-masing kesatuan diminta untuk mempertahankan satu wilayah Karisidenan, sembari menunggu keputusan penyusunan markas besar yang sesegera mungkin akan dilaksanakan. Pada waktu itu Bung Hatta secara langsung meminta kepada mayor Urip untuk menjadi kepala staf TKR dan memintanya untuk menentukan markas besar bagi TKR yang baru lahir. Mayor Urip bersedia memikul tanggung jawab yang dipanggulkan kepada beliau dan memutuskan PURWOKERTO sebagai markas besar TKR setelah Bung Hatta memintanya menentukan daerah mana yang pantas dijadikan markas besar dengan alasan kota ini berada di tengah-tengah kepulauan Indonesia. Selain itu juga Bung Hatta memberikan kuasa penuh kepada Mayor Urip untuk mengangkat opsir-opsir pembantunya dengan sarat mereka setidak-tidaknya adalah mantan opsir PETA dan KNIL.
Markas besar TKR hanya bertahan kira-kira seminggu di Purwokerto dan setelah itu dipindahkan ke Jogjakarta. Hal ini menimbang luas wilayah Purwokerto yang hanya kira-kira 100 KM persegi dan dianggap kurang baik bagi perkembangan TKR selanjutnya.
Begitulah sekelumit tentang sejarah pembentukan angkatan bersenjata kita. Semoga bermanfaat.

Disarikan dari buku MUHAMMAD HATTA memoir

2/3 Penduduk Mesir Sekarat

Warga negara mesir dalam keadaan sekarat menyusul kenaikan harga makanan pokok, sayuran dan buah-buahan. Hal itu terekam dalam beberapa pemberitaan media baik cetak maupun elektronik dan pengalaman langsung dari pasar ketika penulis berbelanja.

Kenaikan harga makanan pokok, buah-buahan dan sayuran ini tidak dapat dicegah karena harga barang-barang tadi juga naik di Negara pengekspor. Hal ini terungkap dalam wawancara Ahram dengan Liwa Muhammad Abu Syady kepala bagian perdagangan dalam negeri Mesir. Beliau mengatakan bahwa: “Kenaikan harga barang-barang makanan pokok tadi mempunyai beberapa sebab dalam pandangan ekonomi, ada sebab yang beralasan dan ada yang tidak, dan diantara sebab yang berasalan adalah karena enam puluh persen pemenuhan kebutuhan pangan di negara ini dengan cara mengimpor dari Negara lain, kalau harga di Negara pengekspor naik, maka otomatis harga disini juga naik.

Memang benar, sebagai contoh: gandum yang menjadi bahan baku pembuatan Iesy, makanan pokok bagi penduduk Mesir harus diimpor dari Amerika, dan tak tanggung-tanggung, mencapai angka 60 juta ton tiap tahun.begitu juga dengan sayuran dan buah-buahan.

Kenaikan harga kali ini sudah di luar batas kewajaran, hal inilah yang membuat penduduk tak habis pikir. Bayangkan…. tomat yang biasanya dijual dengan harga paling tinggi 2 pound sekarang 7 pound, buncis dari 2 pound menjadi 15 pound, wortel dari 2 pound menjadi 8 pound, telor 1 thobaq (30 biji) 14 pound menjadi 25 pound, cabe dari 2-3 pound menjadi 8 pound, serta harga-harga kebutuhan yang lain.

Untungnya perubahan harga yang terjadi pada sayuran tidak diikuti pada buah-buahan. Kenaikan harga buah-buahan terbilang cukup wajar, hanya mencapai kisaran 20%.
Dan bagi kami, mahasiswa Indonesia yang kebetulan sedang berada di sini, kenaikan harga bahan makanan pokok, sayuran dan buah-buahan mempunyai andil besar dalam penggerogotan kantong kami, setelah sebelumnya juga ada kenaikan dalam bidang transportasi, pembayaran rusum dan permohonan tashdiq (dari free menjadi 25 Pound).

Note: I pound = 1750.

Banyak Rintangan Tak Susut Peminat

Itikad baik pemerintah dalam memperbaiki mutu dan kwalitas mahasisiwa yang ingin belajar di Al Azhar ternyata malah menjadikannya sebuah rintangan. Mengapa begitu? Kebijakan sepihak yang diambil pemerintah dalam perbaikan mutu dan kwalitas calon mahasiswa yang ingin menerusakan jenjang pendidikannya di Al Azhar, yaitu dengan diadakannya seleksi nasional yang biasanya diadakan setelah penutupan tahun ajaran pada perguruan tinggi agama yang telah ditunjuk oleh pemerintah dan depag ternyata seolah kesia-siaan belaka. Karena pihak Al Azhar sendiri juga telah membuat keputusan: “bagi setiap mahasiswa asing yang ingin mengikuti pendidikan strata satu di Al Azhar terlebih dahulu harus mengikuti Ikhtibar Qobul (tes penerimaan)”. Jadi, di Negara sendiri mengikuti seleksi, di Al Azhar juga diseleksi lagi.

Sebenarnya dari dahulu pihak Al Azhar tidak mensyaratkan adanya seleksi mahasiswa dari Negara calon mahasisiwa, hanya saja mengingat hasil buruk yang diterima oleh sebagian besar mahasiswa angkatan 2004/2005 dan membludaknya minat dari pelajar Indonesia untuk meneruskan pendidikannya di Al Azhar pada tahun yang sama hingga mencapai kisaran 1300-an, maka pemerintah bermaksud membatasinya dengan mengadakan seleksi di Indonesia. Hal ini direalisasikan dengan adanya seleksi calon mahasiswa tahun 2005/2006 sampai sekarang.

Oke lah kita terima keputusan pemerintah, Karena bagaimanapun itu demi menjaga citra dan nama baik bangsa dan Negara. Akan tetapi, tak habis pikir mengapa pihak Al Azhar juga membuat keputusan serupa? Apakah dilandasi ingin memperbaiki mutu mutakhorijinnya juga? Semoga saja begitu, hanya saja dari kedua masalah tadi memunculkan beberapa persoalan pelik yang sampai saat ini belum bisa diatasi.

Diantara masalah-masalah tadi adalah penundaan masuk ke bangku kuliah oleh hampir 80% mahasiswa baru lantaran tidak dapat mengikuti ikhtibar qobul walaupun sampai di Kairo sebelum memasuki imtihan term pertama. Karena biasanya kedatangan mahasisiwa Indonesia paling banyak terjadi pada bulan Januari sementara penutupan ihtibar qobul pada bulan Desember. Walhasil, banyak sekali yang menanggung kekecewaan atas kebijakan tadi, usut punya usut sulitnya mendapatkan visalah penyebab utamanya.

Belum lagi masalah itu selesai, muncul lagi rumor bahwa pengurusan pendaftaran untuk tahun 2010/2011 harus dilakukan sendiri, tidak bisa diwakilkan. Wah.. berat sekali kalau rumor tadi dijadikan ketetapan oleh pihak Al Azhar. Tentunya ini akan menjadi penghambat utama para calon mahasiswa datang ke Mesir. Pun begitu, tidak juga surut keinginan kuliah disini, mereka tidak patah arang, “makin besar cobaannya makin mantap pula hasil yang akan diperoleh” ucap salah satu calon mahasiswa.

Plesir Ke Curug Cipendok

Benar-benar eksotis!!!!!! Anda tidak dapat menggambarkan keindahan alam dan kesegaran udaranya kalau tidak mengalaminya sendiri.
Curug Cipendok merupakan obyek wisata yang menjadi langganan piknik saya dan teman-teman dari kampung bila lebaran tiba. Setidaknya sudah Sembilan kali saya menikmati pemandangan alam ini. Pun tidak membuat saya dan teman-teman bosan.

Perjalanan

Biasanya kami jalan kaki berombongan. Start dari rumah jam 06.00 pagi sampai disana sekitar jam10.00 kurang lebih empat jam-an kami melakukan perjalanan. Lama? Gak juga.. karena dalam perjalanan pasti deselingi dengan humor-humor segar, apalagi yang sudah punya gandengan, pokoknya tak terasa lama. Dan terlebih lagi suasana segar dan pemandangan alami tak henti-hentinya menemani kami sepanjang perjalanan.

Rute yang biasa kami lalui adalah dari rumah kami (Desa Pageraji) ke arah utara melewati desa langgong Sari grumbul Pliken, kemudian melintasi desa Rancamaya grumbul Kali Pancur, menyebrangi jembatan kali Prukut yang menjadi penghubung desa Rancamaya dan Gunung Lurah. Setelah melewati jembatan kami bisa memilih dua rute, yaitu ke arah barat menyusuri jalan aspal menuju desa Panembangan. Setelah melewati Mts Ma’arif 2 Cilongok kami akan menemukan tanjakan demi tanjakan yang mengantarkan ke desa Sambirata. Dari desa Sambirata terus saja menyusuri jalan desa hingga nanti sampai ke kawasan hutan pinus. Atau dengan melewati jalan setapak tak beraspal ke arah utara. Nanti kami akan melewati desa Gunung lurah dan desa Sambirata sebelah timur. Setelah agak lama menyusuri jalanan desa Sambirata ahirnya kami sampai pada hutan pinus. Di sinilah terjadi pertemuan dua arah, arah dari desa Panembangan dan dari arah kami. Disini pula kami akan bertemu dengan teman-teman dari desa lain, dan kalau ngepasi hari puncak liburan lebaran maka jumlah teman-teman yang ingin berekreasi ke Curug Cipendok bisa mendekati angka ribuan, tentunya mereka berombongan.

di sebalah sungai biasanya kami membeli tiket
di sebalah sungai biasanya kami membeli tiket

Perjalanan diteruskan melewati hutan pinus dengan sering kali melewati tanjakan-tanjakan curam. Sampai pada lebaran tahun 2000 jalanan ini masih berupa tanah, bahkan kalau sudah masuk kedalam hutan, jalan yang kami lalaui adalah jalan yang digunakan penyadap getah pinus, lebarnya tak lebih dari 50 cm dan dijejali daun-daun pohon pinus, samapi-sampai terasa empuk kalau dilewati. Jadi bagi yang belum pernah melewati bisa-bisa tersesat. Dan kami pun pernah mengalaminya pada tahun 1995. Di tengah-tengah hutan kami melewati sebuah areal pemakaman yang biasa kami sebut panembahan Cipendok, mungkin dialah yang dulunya menemukan curug Cipendok.

Setelah hampir satu jam didalam hutan, ahirnya kami sampai di loket sebelah timur. Dan pemandangan yang lebih menakjubkan siap menanti kami. Inilah Curug Cipendok yang kami tuju.

Pintu Masuk bagi pengendara kendaraan bermotor. terletak sekitar 1 KM arah barat
Pintu Masuk bagi pengendara kendaraan bermotor. terletak sekitar 1 KM arah barat
 
Sejarah Ringkas Curug Cipendok

Keberadaan Curug Cipendok tidak dapat dilepasakan begitu saja dari sejarah peperangan Pangeran Diponegoro. Alkisah, setelah peperangan Diponegoro berahir dengan kekalahan berada pada pihak Pangeran maka seluruh kekuasaan Kerajaan Mataram beralih tangan ke kompeni Belanda, tidak terkecuali dengan daerah dulangmas (Karisedenan Kedu, Magelang dan Banyumas). Maka dengan dalih untuk membuka lahan baru, pemerintah Belanda memerintahkan wedana Ajibarang (daerah kekuasannya meliputi Kec. Cilongok, Kec. Ajibarang, Kec. Pekuncen dan Kec. Wangon) yang bernama Raden Ranusentika untuk membabat hutan yang berada di daerah Cilongok, tepatnya di desa Karang Tengah.

Pengerjaan pembabatan hutan tidak berlangsung mulus, karena setiap kali para pekerja menebangi pepohonan, esok harinya pohon-pohon itu sudah berdiri lagi dengan kokoh,Seperti tidak pernah tarjadi apa-apa sebelumnya. Hal ini membuat sang wedana gundah dan berihtiar meminta petunjuk yang maha kuasa. Sang Wedana memutuskan untuk bertapa dengan harapan mendapat petunjuk, akan tetapi setelah sekian lama bertapa, sang Wedana belum juga mendapatkan wangsit. Ahirnya dengan memendam kekecewaan ia memutuskan untuk memancing dikawasan kedung yang berada dibawah air terjun (curug).

Disaat itulah kail sang wedana bergerak-gerak hebat, seakan ada ikan raksasa yang menariknya. Tanpa pikir panjang kail itu ditariknya. Dan ternyata… bukan ikan yang didapat, melainkan sebuah Pendok ( cincin warangka keris ) berwarna kuning keemasan. Dari pendok tadi, beliau melihat ribuan mahluk halus yang ternyata selama ini menghambat pengerjaan pembabatan hutan. Dan atas usul kepala pekerja yang bernama Breden Santa, air terjun (curug) ini dinamakan Curug Cipendok.

Curug Cipendok Sebagai Obyek Wisata

salah satu upaya peningkatan pelayanan. gapura menuju telaga pucung dan Mushola
salah satu upaya peningkatan pelayanan. gapura menuju telaga pucung dan Mushola

Keindahan alam Curug Cipendok baru dilirik pemerintah kabupaten Banyumas pada tahun 1984 dan pembukaannya secara resmi sebagai obyek wisata baru dilaksanakan pada tanggal 27 Februari 1987 setelah membangun sarana ala kadarnya, seperti tempat peristirahan dan mushola. Usaha-usaha peningkatan pelayanan juga kayaknya masih terus dilakukan. Hal ini terbukti dengan berbagai langkah yang diambil pemerintah dalam usaha mempromosikan lewat peta pariwisata Banyumas dan pengadaan sarana demi saran untuk dapat menunjang kenyamanan pengunjung. Seperti dapat kita lihat dari pembangunan tempat bermain anak, pementasan hiburan, perbaikan jalan, penambahan obyek wisata yaitu Telaga Pucung yang berada sekitar 500 M. arah barat dari lokasi Curug, dll.

Oh ya,, Telaga pucung ini pertama kali di temukan pada tahun 1997, ketika kami pertama kali melihatnya, telaga ini masih dipenuhi dengan semak-semak dan belum Nampak indah, akan tetapi setelah ditangani dengan serius telaga ini berubah menjadi sangat indah dengan dipenuhi sarana bermain bagi anak-anak. Kayaknya memang di seting husus buat tempat ngumpul keluarga. Telaga ni dibuka secara resmi pada tanggal 8 Agustus 2005.
Disamping Curug dan Telaga Pucung sebagai obyek utama rekreasi. Pihak pengelola sekarang sedang merintis pengadaan kebun binatang. Hal ini dilakukan setelah ada beberapa pihak yang menawarkan bantuan berupa hewan-hewan langka kepada pihak pengelola supaya dijaga dan dilestarikan. Dan bagi yang suka camping , tersedia juga bumi perkemahan dengan suasana lain dari pada yang lain.

jalan menuju telaga
jalan menuju telaga

Persiapan

Bagi teman-teman yang ingin mengunjungi Curug Cipendok dengan jalan kaki sebaiknya membawa makanan dan minuman sendiri karena medan yang ditempuh cukup lama dan sulit yang pastinya menguras tenaga. Ya.. walaupun di kiri kanan jalan menuju Curug sekarang banyak yang berjualan. Akan tetapi kalau bawa sendiri dari rumah akan terasa lebih mantap.
Sediakan juga jas hujan, payung dan apa saja yang dapat melindungi kamera, handphone, dan barang yang anti air. Karena pada radius 500 meter air sudah dapat membasahi kita. Hal ini karena ketinggian Curug yang mencapai 92 M. Terlebih bagi yang ingin mengitari bagian bawah Curug. Mengitari areal bawah Curug harus dengan ekstra hati-hati dan punya nyali, karena medannya sangat sulit dengan melewati batu-batu berlumut dan dibawahnya berupa kedung dengan kedalaman puluhan meter dan deburan air yang setiap saat nyiprat ke anggota tubuh kita, kepleset sedikit saja kita akan tergilas dalam deburan air dan tak mampu nongol ke atas. Bangga rasanya bisa mengitarinya. Jarang lo.. yang berani dan sanggup melakukannya.

adiku basah kuyup dan kedinginan, padahal berada jauh dari Curug
adiku basah kuyup dan kedinginan, padahal berada jauh dari Curug

Bagi pengguna kendaran bermotor, chek dulu kesehatan mesin dan lain-lainnya. Tanjakan-tanjakan dengan kemiringan 45 derajat siap menanti anda. Anda harus berhati-hati, karena disamping sangat curam juga dengan medan yang berkelok-kelok. Tepatnya setelah memasuki desa Sambirata sampai menuju lokasi.
Oh ya.. bagi yang belum tahu lokasi Curug Cipendok, gampang… anda bisa melihat plang-plang di jalanan sekitar Purwokerto pasti akan anda temukan kompas menuju kesana. Kalau dari arah Purwokerto anda menuju ke arah barat sekitar 15 KM, setelah melewati kota kecamatan Cilongok anda akan menemukan pertigaan Losari, anda berbelok ke arah utara dan terus saja mengikuti jalan tersebut, pasti nanti akan sampai. Kalau dari arah tegal, kurangi kecepatan kendaraan anda setelah memasuki kota Ajibarang. Sekitar 4 km lagi anda akan melewati pertigaan Losari. Dan bagi yang tidak punya kendaraan pribadi bisa menggunakan jasa angkutan umum yang biasanya ngetem di pertigaan Losari.

Peta perjalanan Wisata kab. Banyumas. Curug Cipendok ditandai nmr 4.
Peta perjalanan Wisata kab. Banyumas. Curug Cipendok ditandai nmr 4.

Selamat menikmati keindahan alam Curug Cipendok.
Pengalaman Pribadi.

Sumber gambar: Google dan koleksi pribadi

Semoga Bapakmu Masuk Neraka

Mbah Singodemejo yang merasa ajalnya sudah dekat berwasiat kepada anak bungsunya:

“Dul, akhir-akhir ini saya sering mimpi ketemu dengan emakmu lho….”

“Emak kangen kali pak” jawab Dul Basri sekenanya.

“Iya juga kayaknya dul, kan sudah lama emakmu sendirian di bawah pohon bambu tanpa ada yang mau menemani, jadinya kangen….”

Dul Basri baru nyadar kalau emaknya sudah lama meninggal

“Makanya bapak mau berpesan: “Kalau nanti bapak menyusul emakmu kamu jangan lupa transfer do’a sama bapak ya…dan sesekali mau menengok… bapak kira saku bapak kayaknya belum cukup untuk menempuh perjalanan yang sangat lama dan panjang itu, kawatirnya nanti ditengah-tengah perjalanan bapak kehabisan bekal, kan berabe…

Dul Basri merinding mendengar kata-kata bapaknya. Dia tidak menolak tidak pula mengiyakan. Hanya memandangi tubuh bapaknya yang terkulai lemas diatas dipan kayu yang sudah dimakan usia. Ia melihat kedua mata bapaknya, meneliti apakah memang ajal bapaknya sebentar lagi akan datang.

Memang benar, matanya sudah putih semua. Seakan bola hitam matanya nyungsep kedalam. Ia berinisiatif menghubungi kedua saudaranya yang tinggal lumayan cukup jauh.

Tak lama kemudian pengeras suara mushola berbunyi “Inna lillahi…..

Para pelayat sudah berkumpul dan bersiap-siap mengantarkan jenazah sampai ke pekuburan. Disaat inilah terjadi perang mulut antara Dul basri dan kedua saudaranya.

“Pokoknya tidak ada acara do’a-do’an segala. Baik sebelum pemakaman atau setelahnya. Itu perbuatan Bid’ah. Tidak ada tuntunannya dalam Al Qur’an dan Hadits. Apalagi mau pake kendurenan dan amplop-ampolan segala….. Do’a yang ditujukan kepada orang mati kan tidak bakalan sampai. Jadi kita rugi segala-galanya, sudah perbuatannya bid’ah… plus rugi tenaga, waktu, dan harta lagi…..”

Dul Basri bingung…. Dia tidak punya argument untuk melawan kedua kakaknya.

“Begini kak, bapak kan sudah bilang bahwa perjalanannnya sangat panjang dan lama, dia kawatir kalau-kalau di tengah-tengah perjalanan bekalnya habis, makanya dia meminta kita untuk sedikit membantu, siapa tau nanti akan dapat menolong. Katanya kalau sudah mati kan semua amalnya terputus, kecuali dari tiga hal: shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat dan Anak sholeh yang mau mendoakan orang tuanya. Bukankah memberikan kenduren dan amplop juga termasuk shodaqoh? Yang penting kita tidak merasa keberatan dan ikhlas….

Apa salahnya meminta do’a dari orang lain? Kan semakin banyak yang mendoakan semakin banyak pula bekal bapak….. . Itu tadi bener hadisnya kan? Terus apa gunanya ada anak kalau tidak mau mendoakan orang tuanya?”

“Emm… nganu… pokoknya tidak ya tidak…. Tidak akan sampai….!!”

Tiba-tiba seorang berpeci putih berdiri dan bersuara dengan lantang: “Mari saudara-saudara sekalian kita doakan semoga pak Singodemejo masuk neraka !!!”

Amm……….. suara pelayat tercekik di tenggorokan.

Nanti dulu, nanti dulu. “Kok bapak tega mendoakan bapak saya masuk neraka?” sergah kedua saudara Dul Basri.

Katanya do’a kepada orang mati tidak akan sampai?????

Sumber: Cerita dari kampung sebelah

Viagra Alami Tanpa Efek Sanping

Gargir, Mungkin bagi masyarakat kita belum banyak yang mengetahui tentang tumbuhan ini. Saya juga tidak sengaja mengetahuinya dari penjual sayur. Saya malah sempat ditertawakan karena memilih sayuran itu. Katanya: apa kamu sudah menikah? Kok beli gargir…. Saya jawab: belum, emang kenapa? Itu Viagra… sambil ketawa ketiwi menertawakanku.

Gargir merupakan tumbuhan yang bentuk daunya seperti daun bayam dan tingginya hanya sekitar dua puluh centi. Cara menanamnya seperti menanam kangkung air hanya saja media tanamnya berupa tanah dan memanenya Cuma satu kali alias dengan cara dicabut. Tumbuhan ini sangat digemari oleh masyarakat Mesir dari berbagai kalangan. Karena disamping murah juga mempunyai hasiat yang sangat banyak, dan diantaranya adalah sebagai penambah vitalitas dan stamina. Dengan hanya merogoh 1 pound dari kantong, anda akan mendapatkan empat ikat gargir segar.

Manfaat gargir tidak Cuma sebagai penambah vitalitas dan stamina saja. Para ahli kesehatan arab dari dahulu sudah mengetahui bahwa gargir banyak sekali bermanfaat bagi tubuh. Diantaranya adalah untuk memperlancar seni, memperlancar pencernaan (sembelit), menghilangkan bintik-bintik di kulit, bersih darah, memperkuat gigi dan gusi, menghilangkan hawa dingin, obat penyakit paru-paru, menghilangkan encok dan rematik, membersihkan lambung, obat luka bakar dan juga sebagai obat rambut rontok.
Selain itu gargir juga dapat menurunkan kolesterol dalam darah. Mengandung banyak vitamin C, kalsium, zat besi, fosfor, dan belerang.

Cara konsumsi

google
penyajian gargir. sumber:google

Secara umum, gargir dikonsumsi sebagai lalaban. Kecuali pada pemanfaatan gargir sebagai pelancar seni, pengendali rambut rontok dan obat luka bakar.

Untuk penggunanaya sebagai pelancar air seni yaitu dengan cara merebus tiga ikat kecil gargir dengan ditambah satu siung bawang kedalam air dua liter dan membiarkannya sampai mendidih dan air menyusut hingga setengahnya. Kemudian dinginkan,. Minum satu gelas di pagi hari dan satu gelas lagi pada sorenya.

Bagi yang ingin mengurangi rambut rontok yaitu dengan cara mencampur 15 gram gargir dengan 50 gram alcohol dan satu sendok teh bunga kembang mawar. Oleskan pada rambut selama dua minggu berturut-turut.

Untuk luka bakar dengan cara menumbuk satu ikat kecil gargir sampai halus kemudian di campur dengan satu sendok makan minyak zaitun dan dioleskan pada luka.
Perlu di ingat.. wanita hamil dianjurkan tidak mengkonsumsi gargir. Mengapa? Karena dari riset yang dilakukan para ahli gargir mengandung zat yang bisa memperlancar haid, makanya bagi wanita yang sedang hamil dianjurkan untuk tidak mengkonsumsinya, kawatir terjadi keguguran. Dan juga dalam pengkonsumsiannya jangan sampai berlebih, Karena akan menimbulkan radang dalam kandung kemih.

NOTE: GARGIR MERRUPAKAN SALAH SATU DARI TIGA JENIS OBAT KUAT MESIR YANG TERKENAL SETELAH DHOB MASHRY DAN HAJAR JAHANAM

Babi Boleh Dimakan

Paijo dan Dul basri sedang pecencengan. Paijo marah-marah dan menuduh Dul Basri sudah murtad dan kafir.
 
Paijo : he… Dul Basri!! kamu kok berani-beraninya mengatakan bahwa daging babi boleh dimakan, anjing tidak najis dan minuman keras boleh diminum. Apa dalilnya? Bukankah jelas-jelas Al Qur’an dan Hadis sudah menghukuminya haram!?

Dul: memangnya kenapa? (Sambil senyum-senyum dan menikmati ubi rebus yang ada didepannya.)

Paijo: oh.. dasar murtad !! ditanya serius malah senyam senyum. Kamu telah berani mendustakan Al Qur’an. Dalam Al Qur’an surat Al Baqoroh ayat 173 Alloh berfirman: “Sesungguhnya Alloh hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang ketika disembelih di sebut nama selain Alloh. Dengan perkataanmu otomatis kau telah murtad dan menjadi kafir!!

Dul: tunggu sebentar kang Paijo, aku bicara seperti itu malah berdasarkan Al Qur’an dan hadis kok.. aku tidak asal ngomong. Ada dalilnya… tidak seenak wudele dewe… dan aku ingatkan ya,, jangan terlalu mudah menganggap orang lain murtad dan kafir karena tidak sesuai dengan jalan pikiran sampean ya.. bisa-bisa malah sampean yang dihukumi murtad.

Mendengar jawaban Dul Basri, Paijo naik pitam dan hampir saja melayangkan tempelengan. Untung saja Dul Basri sedikit menjauh dan segera menguasai keadaan.

Dul: begini kang Paijo, Al Qur’an sendiri yang mengatakan bahwa jika dalam keadaan terpaksa (keadaan ketika kita tidak makan makanan-makanan yang dalam keadaan normal tadi diharamkan maka akan menimbulkan kematian) maka boleh saja kita memakan daging babi, bangkai, dan darah asalkan sesuai dengan kadar kebutuhannya, yaitu sekira dapat menjaga ruh agar tidak keluar dari badan. Coba sampean teliti lagi kelanjutan dari surat Al Baqoroh yang sampean sebutkan tadi. Sudah? Benarkan apa yang saya bilang? Ayat inilah yang menjadi sumber dari kaidah fiqh yang berbunyi Al Amru idza dhoqo ittasa’a dan Al Dhoruroh tuqoddaru biqodariha. Sampean tahu penjabaran dan pencabangan dari kaidah tadi?

Paijo: tidak.

Dul: makanya, jangan terlalu cepat menghakimi ini dan itu, mungkin saja pengetahuanmu belum sampai kesana. Jangan mentang-mentang hafal satu dua ayat dan hadis sampean sudah berani berkoar-koar ini haram, dia kafir dia murtad dan lain sebagainya. Untuk memahami ayat-ayat Al Qur’an perlu berbagai cabang ilmu, begitu juga dengan hadis. Dan tak kalah pentingnya, jangan menyebutnya separo-separo.

Paijo: o…. (ndomblong)

Dul: begitu juga dengan masalah anjing dan minuman keras. Minum minuman keras boleh, tapi dengan syarat-syarat yang telah diterangkan tadi. sedangkan dalam masalah anjing, memang anjing secara dzatiyah najis, akan tetapi tidak secara otomatis menjadikan yang lain ikut najis lantaran bersinggungan dengannya. Barang apapun yang bersengolan dengan anjing dalam keadaan kedua-duanya kering maka barang tadi tidak hukumi najis. Wal hasil jangan terlalu cepat menghakimi seseorang dan perbuatannya dengan tuduhan yang tidak baik, apalagi sampai mengkafirkan dan memberi stempel murtad gara-gara tidak sesuai dengan alur pemikiran kita. Liat ada orang sholat di maqom langsung membuat stempel syirik, lihat orang berdoa di kuburan dianggap kafir dll. Cobalah teliti lagi dan lebih lentur dalam menghadapi setiap persoalan. Jangan sedikit-sedikit kafir, sedikit-sedikit haram, sedikit-sedikit syirik sedikit-sedikit…..

Bomerang Kang Abik

Sungguh aku termasuk orang yang beruntung. Tanpa dinyana tanpa disangka aku dapat mengecap pendidikan di universitas tertua di dunia ini dan dapat menimba ilmu dari sumur-sumur yang tak pernah kering.

Al Azhar, bagi kaum awam universitas ini belum terlalu dikenal, apalagi bagi kaum pedesaan dan orang-orang yang tidak bergelut dengan agama islam. Akan tetapi, dewasa ini Al Azhar bagai selebriti yang sedang naik daun. Bombastis!!! Di sana-sini orang-orang ramai membicarakan perguruan tinggi yang didirikan dinasti Fatimiyah ini. Dari tukang sayur, kuli bangunan, tukang asongan, anak sekolahan, ibu-ibu rumah tangga, cewek dan cowok gaul, para pejabat berdasi dan pegawai berok mini hampir semuanya tidak ada yang tidak tau dengan universitas yang satu ini. Apalgi bagi yang sudah biasa berkerudung dan memakai peci, pastinya mereka sudah tau.

Mengapa Al Azhar bisa setenar ini?

Sudah menjadi rahasia umum bahwa jika media beraksi, maka yang hitam bisa menjadi ungu dan yang putih bisa menjadi abu-abu. Dari satu universitas yang hanya dikenal oleh sebagian kaum santri menjadi universitas yang masuk dalam infotaimen selebriti. Walhasil, penghargaan dan terima kasih patut dianugerahkan kepada media.

Lantas siapakah orang yang patut diacungi jempol dalam memperkenalkan Al Azhar? Mungkin sederet nama akan muncul untuk menjawab pertanyaan tadi, bisa saja dijawab dengan Dr. Quraisy Syihab, atau Dr. Anu… Dr. Anu… dan seterusnya. Akan tetapi jawaban yang paling tepat menurut orang-orang yang tadi disebutkan adalah kang Abik. Ya, Habiburrahman El Syairozy. Novelis muda ini patut mendapatkan bintang penghargaan atas usaha kerasnya itu.


Bermula dari novel Ayat-Ayat Cinta yang laris manis di pasaran yang kemudian dilanjutkan dengan penampilannya di layar lebar, juga dengan apresiasi yang mencengangkan dari komunitas perfilman dan dilanjutkan dengan KCB yang lebih spektakuler dari novel sebelumnya, kang Abik mampu menanamkan imej positif pada khalayak ramai tentang universitas kebanggannya itu dan sekaligus mendongkrak popularitas alumninya sebagai para intelek yang mampu bersaing dalam era globalisasi tanpa harus mengorbankan nilai-nilai keislaman dan bahkan mampu menyiarkan agama islam di tengah-tengah masyarakat dengan metode yang sama sekali baru dan dapat diterima dengan mudah, seperti apa yang tergambar dalam film KCB II. Sungguh, kang Abik memang sangat berjasa dalam hal ini.

Setelah novel dan film tadi sukses dipasaran, sukses juga dalam menanamkan imej positif disetiap hati penggemarnya, maka para pelajar dan orang tua yang menginginkan anaknya menjadi generasi yang intelek sekaligus agamis berlomba-lomba masuk (memasukan anaknya) di universitas ini, dengan harapan setelah pulang nanti dapat menjadi Azam atau bahkan melebihinya. Tokoh masyarakat juga tak mau ketinggalan, mereka berharap, di kemudian hari alumnus Al Azhar dapat berbuat lebih banyak dalam masyarakat, melebihi intelektual lokal. Sebuah pengharapan yang nanti dapat menjadi boomerang bagi para alumnus Al Azhar Unversity yang tidak dapat memanfaatkan kesempatan belajar disana dengan baik, terutama bagi orang-orang seperti saya yang Cuma pindah tempat tidur, ngenet, ngrumpi dan seneng main. Na’udzu billah…